Agus Mujayanto dan Danyon 406/CK Bahas Pelestarian Budaya

  • 07 Jul 2026 17:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purbalingga - Aktivis budaya dan pelestari kearifan lokal, Agus Mujayanto, bersilaturahmi dengan Komandan Batalyon Infanteri 406/Candra Kusuma (Danyon 406/CK), Letkol Inf Solikin, S.I.P., Selasa 7 Juli 2026. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk membahas upaya pelestarian budaya, kearifan lokal, serta penguatan karakter kebangsaan di tengah perkembangan zaman.

Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain mempererat hubungan, keduanya berdiskusi mengenai pentingnya menjaga harmoni antara nilai-nilai agama, budaya, dan etika tepo seliro sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.

Agus Mujayanto menilai budaya merupakan identitas bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Pelestarian budaya memerlukan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat.

“Silaturahmi ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kearifan lokal. Agama dan budaya bukan untuk dipertentangkan, melainkan harus berjalan selaras dengan menjunjung tinggi etika, sopan santun, serta semangat tepo seliro,” ujar Agus dalam keterangan tertulis Selasa 7 Juli 2026.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan juga mengarah pada sebuah keris pusaka yang berada di ruang kerja Danyon 406/CK. Keris yang dikenal sebagai Kiai Tilam Upih atau Kiai Jalak dengan pamor Kulit Semongko itu dinilai memiliki filosofi mendalam mengenai kepemimpinan dan kehidupan berbangsa.

Menurut hasil diskusi, keris tersebut mengandung makna bahwa seorang pemimpin harus mampu membaur dengan seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan golongan. Selain itu, keris juga menjadi simbol kemakmuran, pegangan hidup, kejayaan, serta kekuatan jati diri bangsa yang diwariskan secara turun-temurun.

Sementara itu, Danyon 406/Candra Kusuma Letkol Inf Solikin mengatakan pelestarian budaya merupakan tantangan sekaligus tanggung jawab bersama, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi. “Di era Generasi Z dan Generasi Alfa ini, seyogianya pengenalan jati diri bangsa melalui budaya dan kearifan lokal sangat diperlukan guna menjaga keberlanjutan nilai-nilai luhur di masa yang akan datang,” katanya.

Ia menambahkan, budaya tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga fondasi penting dalam membangun karakter bangsa dan memperkuat semangat persatuan. Melalui silaturahmi tersebut, Agus Mujayanto dan Letkol Inf Solikin berharap terjalin sinergi yang lebih erat antara pegiat budaya, masyarakat, dan TNI dalam menjaga warisan budaya bangsa.

Kolaborasi itu diharapkan mampu memastikan nilai-nilai luhur, semangat kebersamaan, serta kearifan lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari identitas Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....