UMRAH Perkuat Kolaborasi Riset Gastronomi Melayu bersama Peneliti BRIN

  • 07 Jul 2026 14:26 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pascasarjana Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang menerima kunjungan akademik tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kunjungan tersebut sebagai upaya memperkuat kolaborasi riset di bidang gastronomi, budaya Melayu, dan pariwisata lintas batas.

Direktur Pascasarjana UMRAH, Rumzi Samin, menyambut langsung kedatangan tim peneliti sebagai bentuk dukungan institusi terhadap penguatan jejaring riset dan kerja sama akademik, khususnya dalam pengembangan kajian gastronomi Melayu. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari penelitian bertajuk Gastrotourism and Cross-Border Cultural Practices in a Serumpun Malay World: Food Culture, Mobility, and Everyday Encounters in Batam–Bintan, Riau Islands Province.

“Penelitian ini mengkaji budaya pangan Melayu, mobilitas masyarakat, serta praktik budaya sehari-hari di kawasan Batam dan Bintan sebagai wilayah yang memiliki keterkaitan budaya serumpun,” ujar Rumzi Samin, Selasa, 7 Juli 2026.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional menjadi langkah strategis untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya memperkaya khazanah akademik. Selain itu, juga memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian budaya dan pembangunan daerah.

“Sinergi antara BRIN, UMRAH, akademisi, dan tokoh budaya diharapkan mampu melahirkan gagasan, rekomendasi, serta kerja sama berkelanjutan dalam pelestarian dan pengembangan budaya Melayu sebagai kekuatan akademik, sosial, dan ekonomi, khususnya di Kepulauan Riau dan kawasan serumpun Melayu,” tuturnya.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan dua narasumber, yakni Raja Suzana Fitri, pakar gastronomi Melayu, serta Thamrin Dahlan, budayawan Melayu Kepulauan Riau yang selama ini aktif mendokumentasikan tradisi dan budaya masyarakat Melayu. Dalam diskusi, kedua narasumber berbagi pandangan mengenai gastronomi sebagai identitas budaya, warisan budaya takbenda, serta potensinya untuk dikembangkan sebagai daya tarik gastrowisata di kawasan perbatasan.

Perspektif tersebut diharapkan dapat memperkaya hasil penelitian sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya Melayu di tengah dinamika mobilitas masyarakat lintas negara. Melalui pertemuan ini, Pascasarjana UMRAH kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berorientasi pada kemaritiman dan kemelayuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....