Evaluasi Layanan Korban Konser, DPRD Panggil Kadinkes dan Dirut RSUD Soewandhi

  • 06 Jul 2026 08:33 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, memastikan akan segera memanggil Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan Direktur RSUD dr. Mohammad Soewandhi untuk meminta penjelasan terkait penanganan korban insiden ricuh konser Denny Caknan di Surabaya Expo Center (eks Hi-Tech Mall/THR), Minggu, 5 Juli 2026 malam. Pemanggilan tersebut dilakukan menyusul munculnya keluhan sejumlah korban yang mengaku tidak mendapatkan penanganan medis secara maksimal setelah dievakuasi ke RSUD dr. Mohammad Soewandhi.

Insiden bermula ketika pagar pembatas di area konser jebol akibat membludaknya penonton yang menghadiri konser gratis dalam rangka pembukaan Surabaya Expo Center sebagai pusat kreativitas anak muda. Akibat kejadian itu, sedikitnya delapan orang mengalami luka-luka, terdiri atas dua petugas dan enam warga.

Syaifuddin Zuhri mengaku prihatin atas peristiwa tersebut. Menurutnya, Dinas Kesehatan maupun RSUD dr. Mohammad Soewandhi seharusnya sudah mengantisipasi potensi terjadinya kondisi darurat mengingat kegiatan tersebut dipastikan menghadirkan ribuan orang.

"Mestinya sigap, dimana ada kerumunan secara otomatis mereka harusnya bisa antisipasi, saya mendengar keluhan beberapa korban yang mengaku tak tertangani dengan baik," kata Syaifuddin usai konser.

Ia menegaskan rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah harus selalu siap menghadapi situasi darurat, baik dari sisi tenaga medis, sarana, maupun prasarana. "Bukan kali ini saja, saya sering menerima komplain warga terkait keluhan layanan kesehatan di rumah sakit Soewandhi, tolong diperbaiki," ujarnya.

Politikus yang akrab disapa Kaji Ipuk itu menilai pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat. Karena itu, menurutnya, kesiapsiagaan petugas kesehatan tidak boleh lengah ketika menghadapi kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan besar.

"Yang terjadi malah sebaliknya, saya dengar tidak ada dokter jaga saat insiden terjadi. Ini ironis dimama Surabaya yang terus berbenah sebagai kota dengan layanan publik terbaik justru abai terhadap peristiwa semacam ini," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Surabaya akan segera memanggil Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan manajemen RSUD dr. Mohammad Soewandhi untuk melakukan evaluasi sekaligus meminta klarifikasi terkait penanganan korban pada malam kejadian. "Ini ndak bisa dibiarkan seperti ini, emanlah Suroboyo kota-ne apik, tapi layanan kesehatan dikeluhkan. Ayo kita perbaiki bersama," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....