Gandeng Undip, Lapas Semarang Kembangkan Budidaya Herbal untuk Warga Binaan

  • 03 Jul 2026 12:06 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan 83 Universitas Diponegoro (Undip), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang mengembangkan budidaya tanaman herbal sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan. Program tersebut diharapkan mampu melahirkan produk herbal bernilai ekonomi sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian di dalam lapas.

Kolaborasi itu diwujudkan melalui penanaman 450 bibit tanaman herbal di area Branggang Luar Lapas Kelas I Semarang, Jumat, 3 Juli 2026. Bibit yang ditanam terdiri atas 150 temulawak, 150 kunyit, dan 150 jahe.

Seluruh tanaman tersebut akan dibudidayakan sebagai bahan baku pembuatan minuman herbal hasil karya warga binaan. Kegiatan itu diikuti 18 mahasiswa KKN Tematik Undip bersama dosen pembimbing, Emy Handayani selaku Ketua Pengabdian Masyarakat KKN, didampingi jajaran Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Semarang.

Program tersebut merupakan bagian dari KKN Tematik Angkatan 83 Universitas Diponegoro yang mengusung tema "Pembinaan Kemandirian Paska Bebas Pada Warga Binaan Lapas Melalui Pengembangan Produk UMKM Pangan dan Penguatan Legalitas Usaha." Melalui program itu, mahasiswa mendampingi pengembangan produk pangan sekaligus memberikan edukasi mengenai penguatan legalitas usaha.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk memperkuat program pembinaan yang berkelanjutan. Menurutnya, sinergi tersebut juga membuka peluang lahirnya produk yang memiliki nilai tambah.

"Kami mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN Universitas Diponegoro yang turut memberikan kontribusi nyata bagi program pembinaan di Lapas. Penanaman tanaman herbal ini bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, tetapi menjadi awal dari pengembangan produk yang memiliki nilai kesehatan sekaligus nilai ekonomi," ujar Ahmad Tohari.

Ia menambahkan, pembinaan kemandirian di Lapas Kelas I Semarang terus diarahkan pada kegiatan produktif yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Budidaya tanaman herbal dinilai memiliki prospek yang baik, mulai dari proses budidaya, pengolahan hasil panen, hingga pemasaran produk.

Selain menjadi wadah praktik lapangan bagi mahasiswa, kegiatan tersebut juga menjadi sarana transfer pengetahuan kepada warga binaan. Materi yang diberikan meliputi teknik budidaya tanaman rempah, pengolahan hasil panen, hingga pengembangan produk UMKM yang berkelanjutan.

Ahmad berharap kolaborasi antara Lapas dan kalangan akademisi dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak inovasi lahir dari program pembinaan. Ia optimistis warga binaan akan memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk kembali ke masyarakat.

"Harapan kami, kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak inovasi yang lahir dari program pembinaan di Lapas. Dengan dukungan akademisi dan berbagai mitra, kami optimistis warga binaan akan memiliki keterampilan, wawasan, serta kepercayaan diri untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah menyelesaikan masa pidananya," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....