Persiari Siap Dukung Sekolah Rakyat
- 02 Jul 2026 22:09 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pengurus Persatuan Penyiar Radio Indonesia (Persiari) Jawa Timur menyatakan kesiapan mendukung pengembangan program Sekolah Rakyat (SR) di Jawa Timur saat melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Rabu 1 Juli 2026 malam. Audiensi tersebut menjadi ajang perkenalan organisasi profesi penyiar radio sekaligus membahas peluang kolaborasi dalam memberikan edukasi bagi peserta didik Sekolah Rakyat.
Ketua dan jajaran Pengurus Persiari Jawa Timur memaparkan bahwa organisasi tersebut merupakan wadah profesi penyiar radio yang secara nasional dideklarasikan pada 2023 di Museum Pers, Solo. Sejak terbentuk, Persiari telah menjalankan sejumlah program, di antaranya pelatihan Master of Ceremony (MC), serta tengah menjajaki kerja sama dengan Kementerian Sosial untuk menghadirkan edukasi sesuai kompetensi penyiar radio kepada anak-anak Sekolah Rakyat.
"Kami sedang berproses dengan Kementerian Sosial agar penyiar radio dapat memberikan edukasi kepada adik-adik di Sekolah Rakyat sesuai bidang profesi kami. Jawa Timur siap menjadi pilot project untuk program tersebut," ujar Adi Ketua Persiari Jawa Timur dalam audiensi.
Dalam kesempatan itu, Khofifah turut menanyakan kondisi terkini industri radio di Jawa Timur. Persiari menjelaskan bahwa transformasi media telah membawa tantangan besar bagi radio, mulai dari stasiun yang hanya mampu mempertahankan satu hingga dua penyiar, radio yang beroperasi tanpa penyiar dengan mengandalkan sistem otomatis, hingga radio komersial yang beralih fungsi menjadi radio kampus dengan melibatkan mahasiswa sebagai penyiar magang.
Persiari juga mengungkapkan adanya perusahaan yang mengakuisisi stasiun radio sebagai media promosi internal. "Ada perusahaan herbal yang mengakuisisi radio sehingga tidak lagi perlu beriklan di radio lain karena medianya sudah menjadi milik perusahaan tersebut," jelas perwakilan Persiari.
Menanggapi hal tersebut, Khofifah menilai perubahan tersebut tidak lepas dari dampak transformasi digital yang mengubah pola konsumsi masyarakat terhadap media. "Mungkin ini dampak transformasi digital ya, masyarakat lebih memilih live streaming. Saya juga cukup prihatin melihat satu per satu media radio maupun televisi mulai tutup," kata Khofifah.
Persiari kemudian menjelaskan sejarah berdirinya organisasi yang lahir sebagai organisasi profesi independen. Deklarasi Persiari pada 2023 mendapat dukungan berbagai pihak, mulai dari Staf Khusus Presiden saat itu Moeldoko, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), hingga Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang mendukung arah pengembangan sertifikasi profesi bagi penyiar radio.
"Kami tidak berinduk kepada organisasi mana pun. Persiari adalah organisasi profesi independen, dan KPI juga telah membuka ruang sinergi dengan Persiari pusat maupun daerah dalam menjalankan berbagai program kerja," terang pengurus Persiari.
Khofifah kemudian menyinggung sejumlah asosiasi yang selama ini menaungi industri media, seperti PRSSNI, JMSI, dan AMSI. Menanggapi pertanyaan gubernur mengenai sertifikasi profesi penyiar radio, Persiari menjelaskan bahwa hingga kini sertifikasi khusus penyiar radio belum tersedia, sementara sertifikasi yang ada masih melalui skema wartawan radio di bawah BNSP. Saat ini, Persiari telah aktif berkembang di 15 kota di Indonesia.
Mengenai rencana keterlibatan Persiari di Sekolah Rakyat, Khofifah menyambut positif gagasan tersebut. "Persiari mungkin bisa masuk melalui kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Rakyat sehingga kompetensi penyiar radio bisa memberikan manfaat langsung kepada anak-anak," ujarnya.
Khofifah juga membagikan pengalaman emosional saat berinteraksi dengan peserta didik Sekolah Rakyat. Menurutnya, sebagian besar anak berasal dari keluarga yang tidak hanya menghadapi keterbatasan ekonomi, tetapi juga kekurangan perhatian dan kasih sayang dari orang tua.
"Ketika saya memakaikan sepatu secara simbolik, mereka menangis dan meminta dirangkul. Orang miskin itu juga miskin kasih sayang," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa radio memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa. "Radio ini cerita pergerakan, contohnya Bung Tomo," katanya.
Mendengar kisah tersebut, Persiari semakin optimistis menghadirkan program edukasi public speaking bagi anak-anak Sekolah Rakyat. Program itu diharapkan mampu melatih keberanian berbicara, kemampuan bercerita, serta keterampilan berkomunikasi.
Khofifah mengapresiasi gagasan tersebut sembari menceritakan seorang siswa Sekolah Rakyat asal Probolinggo yang mampu menulis surat menyentuh dan membacakannya secara langsung, serta mengungkapkan bahwa ada peserta didik lain yang kini mampu berkomunikasi dalam lima bahasa.
Ia memastikan pembahasan sinergi bersama Persiari akan ditindaklanjuti dalam rapat koordinasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "Ini akan kami bahas dalam rakor untuk mengoordinasikan langkah pertama. Kami berharap Persiari dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung Sekolah Rakyat di Jawa Timur," tutur Khofifah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....