BPS Catat Inflasi Maluku Juni 2026 Capai 3,80 Persen
- 02 Jul 2026 10:06 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) pada Juni 2026 sebesar 3,80 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 113,98. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 4,03 persen dengan IHK 115,85, disusul Kabupaten Maluku Tengah sebesar 3,80 persen dengan IHK 112,10, sedangkan Kota Ambon menjadi daerah dengan inflasi terendah sebesar 3,78 persen dan IHK 115,06.
Kepala BPS Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia dalam paparannya, Rabu 1 Juli 2026, mengatakan inflasi tahunan dipicu kenaikan harga pada sembilan kelompok pengeluaran. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok transportasi sebesar 9,87 persen, diikuti kelompok kesehatan 6,49 persen, sementara kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mencatat kenaikan terendah sebesar 0,91 persen.
“Dua kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks, yakni kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,54 persen serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,08 persen. Kondisi tersebut turut menahan laju inflasi yang terjadi pada Juni 2026,” kata Pattiwaellapia dalam paparannya.
Dijelaskan, komoditas yang paling dominan mendorong inflasi tahunan antara lain tarif angkutan udara, emas perhiasan, bensin, bawang merah, ikan cakalang, beras, sigaret kretek mesin (SKM), serta tarif angkutan laut. Selain itu, cabai merah, nasi dengan lauk, ikan tongkol, ikan tuna, ikan layang, mobil, tarif rumah sakit, bahan bakar rumah tangga, sepeda motor, daging ayam ras, ikan selar, dan biaya akademi atau perguruan tinggi juga memberi andil terhadap inflasi.
“Sedangkan komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi tahunan di antaranya kangkung, bayam, lemon, kacang panjang, daun singkong, kelapa, popok bayi, susu cair kemasan, bawang bombay, sawi hijau, terong, dan sagu,” ujar Pattiwaellapia merincikan.
Untuk inflasi bulanan atau month to month (m-to-m), BPS Provinsi Maluku mencatat angka sebesar 1,49 persen pada Juni 2026. Maritje menyebut kenaikan ini terutama didorong oleh bensin, tarif angkutan udara, bawang merah, cabai rawit, cabai merah, berbagai jenis ikan, bawang putih, pelumas mesin, wortel, roti manis, makanan ringan, tarif rumah sakit, serta tahu mentah.
Adapun komoditas yang menahan inflasi bulanan melalui deflasi meliputi sawi hijau, kacang panjang, kangkung, bayam, buncis, tarif angkutan laut, ketimun, emas perhiasan, daun melinjo, dan telur ayam ras.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....