Wabup Mimik Soroti Penanganan HIV dan Disiplin Layanan Kesehatan

  • 01 Jul 2026 12:34 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, menegaskan penanganan kasus HIV menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) besar Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Selain memperkuat upaya pencegahan, ia juga meminta seluruh tenaga kesehatan meningkatkan kedisiplinan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

‎Menurut Mimik, berdasarkan data yang diterimanya, jumlah warga yang teridentifikasi mengidap HIV di Kabupaten Sidoarjo mencapai sekitar 9.000 orang. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar angka penyebaran tidak terus meningkat melalui langkah pencegahan, edukasi, serta penguatan layanan kesehatan.

‎"Alhamdulillah segera diketahui, ternyata di Sidoarjo sudah sekitar 9.000 masyarakat yang terdampak HIV. Ini menjadi tugas puskesmas, kita semua, dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk ke depannya mengantisipasi serta mencarikan solusinya supaya tidak bertambah banyak," kata Mimik, Rabu 1 July 2026.

‎Ia menegaskan, pemerintah daerah telah melakukan sejumlah langkah penanganan dan akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga edukasi kepada masyarakat agar penularan HIV dapat ditekan.

‎Selain menyoroti persoalan HIV, Mimik juga mengingatkan pentingnya disiplin aparatur kesehatan, termasuk di tingkat UPTD dan puskesmas. Ia menilai pelayanan publik harus didukung oleh kedisiplinan pegawai sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang optimal.

‎"Yang paling penting adalah tepat waktu. Kinerjanya nanti akan kita pantau. Yang terpenting bagaimana kedisiplinan pegawai benar-benar diperhatikan," ujarnya.

‎Menanggapi informasi mengenai dugaan kekurangan obat bagi pasien, Mimik memastikan stok obat di fasilitas kesehatan masih dalam kondisi aman. "Tidak ada, aman-aman saja," tegasnya.

‎Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap penguatan pelayanan kesehatan, peningkatan kedisiplinan tenaga kesehatan, serta kolaborasi seluruh pihak dapat menjadi langkah strategis untuk menekan penyebaran HIV sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....