SIGRAK Bersinar Perkuat Gerakan Anti Narkoba di Joyosuran
- 30 Jun 2026 21:41 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Berawal dari keprihatinan terhadap maraknya penyalahgunaan narkoba di Kelurahan Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon, sekelompok tokoh masyarakat membentuk komunitas SIGRAK Bersinar (Aksi Bergerak Joyosuran Bersih Narkoba). Komunitas yang berdiri pada Februari 2025 itu kini menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat agar menjauhi narkoba.
Ketua SIGRAK Bersinar, Lucas Suryantoro, mengatakan komunitas tersebut lahir karena tingginya angka penyalahgunaan narkoba di wilayahnya sejak masa pandemi hingga 2024. "Jadi kita ambil saja rentang waktu dari COVID sampai tahun 2024 itu di wilayah kami sungguh sangat tinggi sekali angka penggunanya. Hampir seminggu dua minggu sekali kok tahu-tahu tetangga kami diciduk polisi karena kasus pemakaian narkoba," ujar Lucas.
Keprihatinan itu mendorongnya mengajak tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, PKK, tokoh agama, hingga karang taruna untuk membentuk gerakan bersama. Sejak dilantik oleh BNN Kota Surakarta, komunitas tersebut telah melakukan sosialisasi di hampir 80 titik secara mandiri tanpa memungut biaya.
"Semua tentu tidak berbayar, gratis karena betul-betul ini murni aksi dari keprihatinan kami terhadap lingkungan kami," katanya. Menurut Lucas, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Dalam sekitar satu setengah tahun terakhir, tidak ada lagi warga Joyosuran yang terlibat kasus narkoba meski wilayah tersebut masih menjadi lokasi transaksi oleh pelaku dari luar daerah.
"Alhamdulillah penangkapan yang melibatkan warga kita malah zero," ujarnya.
Lucas menegaskan SIGRAK Bersinar tidak memiliki kewenangan melakukan penindakan. Fokus utama komunitas adalah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba serta mendampingi keluarga yang ingin membawa anggota keluarganya menjalani rehabilitasi.
"Kalau memang betul-betul dia mau bertobat dan keluarga mendukung, nanti akan kita rehab gratis di kantor BNN. Kita dampingi semuanya gratis," katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak malu mencari pertolongan apabila menemukan anggota keluarga yang mulai terjerumus narkoba. Menurutnya, rehabilitasi sejak dini jauh lebih baik daripada menunggu proses hukum.
Sementara itu, pengurus RW sekaligus anggota SIGRAK Bersinar, Yoseph Kristanto, mengakui awalnya sempat pesimistis apakah gerakan tersebut akan diterima masyarakat. Namun, kondisi yang semakin memprihatinkan membuat mereka tetap melangkah.
"Dengan adanya SIGRAK ini kita punya inisiasi membentuk suatu relawan yang sifatnya anti narkoba. Paling tidak kita ikut memfasilitasi supaya mereka tidak tergiur atau tidak tergoda dengan barang terlarang tersebut," ujar Yoseph.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar menjauhi narkoba karena dampaknya sangat merusak.
"Tolong mari jauhi narkoba karena dampak dari narkoba ini sangat ekstrem. Tadi disampaikan Pak Lucas, hanya dua pilihan, kalau tidak penjara ya kuburan. Jadi sebelum hal itu terjadi, mari jauhi narkoba dan mulai hidup sehat," ucapnya.
Hal senada disampaikan Wisnu Hapsara, yang juga menjabat sebagai Ketua RT di Joyosuran. Ia mengaku terdorong bergabung karena sering menemukan wilayahnya menjadi lokasi transaksi narkoba.
"Karena keprihatinan tersebut, saya tergugah untuk ikut mengambil bagian dalam gerakan bersih narkoba di tingkat kampung maupun kelurahan," kata Wisnu.
Dalam upaya pencegahan, Wisnu mengatakan pihaknya terus mengarahkan anak-anak muda mengikuti kegiatan positif seperti olahraga agar tidak terjerumus pada pergaulan yang berisiko.
"Kita tidak jera-jera untuk selalu menasihati warga kami terutama yang muda-muda. Kemudian juga kita mengarahkan pada kegiatan-kegiatan yang positif, seperti olahraga," ujarnya.
Di akhir perbincangan, Lucas berharap semakin banyak kampung yang membentuk gerakan serupa sehingga upaya pencegahan narkoba tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum.
"Kalau semua rekan-rekan dari kelurahan juga berpikir seperti kami, insyaallah akan sangat membantu Kota Solo. Kita tidak berpikiran muluk-muluk. Yang penting Joyosuran bersih, nanti kampung lain juga bergerak," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....