BPJS Kesehatan Goes To Campus Perkuat Literasi Mahasiswa tentang Program JKN
- 30 Jun 2026 13:20 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - BPJS Kesehatan Cabang Semarang terus memperkuat literasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di kalangan mahasiswa melalui kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus. Kegiatan yang digelar di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Senin, 29 Juni 2026 tersebut menyasar mahasiswa dari berbagai program studi bidang kesehatan.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unnes, Sri Ratna Rahayu, mengatakan mahasiswa bidang kesehatan perlu mendapatkan pembelajaran langsung dari penyelenggara Program JKN. Menurutnya, pemahaman tersebut akan menjadi bekal penting ketika mereka terjun ke dunia pelayanan kesehatan.
Kegiatan ini diikuti mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat mulai jenjang sarjana hingga doktor, serta mahasiswa gizi, farmasi, dan kedokteran umum. Melalui sosialisasi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai penyelenggaraan Program JKN beserta berbagai layanan yang telah dikembangkan BPJS Kesehatan.
Rahayu menilai mahasiswa memiliki peran strategis sebagai generasi muda yang dapat menyebarluaskan informasi tentang Program JKN kepada keluarga maupun masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung peningkatan kepesertaan JKN.
Hal itu dapat diwujudkan melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. "Melalui adik-adik mahasiswa, penduduk yang belum menjadi peserta JKN maupun tidak aktif kepesertaannya dapat menjadi bahan penelitian dan pengabdian, untuk menyukseskan program ini," ujarnya.
Ia berharap kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran Unnes setiap tahun memperoleh pemahaman mengenai Program JKN sejak awal perkuliahan.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya jaminan kesehatan. "Mahasiswa sebagai agent of change perlu mendapatkan pemaparan mengenai perjalanan program JKN yang telah memberikan perlindungan kesehatan kepada jutaan penduduk Indonesia," ucapnya.
Sari menjelaskan, layanan Program JKN saat ini dimanfaatkan sekitar dua juta kali setiap hari atau setara 1.338 pelayanan kesehatan per menit. Sepanjang 2025, total pembiayaan pelayanan kesehatan melalui Program JKN mencapai Rp190,3 triliun dan turut memberikan dampak terhadap penurunan angka kemiskinan, perlindungan finansial bagi 14-16 juta penduduk, serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan berharap sinergi dengan dunia pendidikan terus diperkuat dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Semakin banyak generasi muda yang memahami nilai gotong royong dalam Program JKN, semakin besar pula dukungan terhadap terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat, produktif, dan sejahtera.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....