Wali Kota Yogyakarta Targetkan Posisi Sekda Definitif Terisi Juli 2026
- 30 Jun 2026 13:17 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta dihadapkan pada kekosongan jabatan di tingkat pimpinan tinggi pratama sepanjang tahun 2026. Setidaknya, ada lima pejabat eselon II B akan lowong karena memasuki usia pensiun (purna tugas).
Jumlah ini dipastikan bertambah menjadi enam, setelah posisi Sekda definitif terpilih. Karena posisi tersebut otomatis akan meninggalkan kekosongan baru di OPD asal pejabat yang bersangkutan.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengatakan, tahun ini ada enam eselon II B yang akan ada kekosongan, lima pensiun dan potensi satu menggantikan Sekda definitif yang saat ini dijabat Pj Sekda Dedi Budiono.
"Lima kosong, tapi kan enam dengan Sekda. Kalau Sekda itu dari OPD, terus OPD yang ditinggalkan kosong juga," katanya, Senin, 29 Juni 2026.
Terkait nama Sekda baru yang sebelumnya ditargetkan bulan Juni 2026, Hasto menegaskan, tidak ada kendala prinsipil dalam proses seleksi. Ia optimistis seluruh proses pengisian jabatan akan selesai pada bulan Juli.
"Enggak ada apa-apa, enggak ada masalah. Mudah-mudahan secepatnya, Insyaallah bulan Juli lah (targetnya)," ucapnya.
Untuk menjamin roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah kekosongan terutama untuk Kepala Dinas, Pemkot Yogyakarta bergerak cepat dengan langsung menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) di dinas-dinas yang ditinggalkan.
Siasat Atasi Minus Growth PNS: Optimalkan Tenaga PPPK
Selain itu, Wali Kota Yogyakarta juga menyoroti tantangan berat terkait menyusutnya jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot. Setiap tahunnya, ada sekitar 200 pegawai yang memasuki masa pensiun, sementara formasi pembukaan CPNS sangat terbatas.
Untuk menyiasati ketimpangan jumlah SDM tersebut, Hasto menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan mengandalkan rekrutmen dan optimalisasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
"Setiap tahun itu bisa yang pensiun bisa 200 gitu, tapi kita kan tidak bisa penerimaan PNS-nya sedikit sekali. Ya memang kita sadari bahwa semakin minus growth, jadi betul-betul. Sedangkan ditutupinya dengan P3K, sehingga kekurangannya itu akan kita tutupi dengan tenaga-tenaga P3K," ujarnya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....