Agama Baik Lahirkan Kerukunan Sosial
- 29 Jun 2026 20:39 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Agama yang dipahami dan diamalkan secara benar akan melahirkan kehidupan sosial yang harmonis serta memperkuat kerukunan umat beragama. Pesan tersebut mengemuka dalam Dialog Moderasi Beragama bertema Re-Artikulasi Spirit Agama (Perspektif Hasil Indeks Kerukunan Umat Beragama Tahun 2025) yang disiarkan langsung melalui Pro 4 RRI Surabaya 96,8 FM, Senin 29 Juni 2026.
Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surabaya, Ahmad Maududi, SHI., MH., mengatakan re-artikulasi spirit agama merupakan upaya mengembalikan pemahaman masyarakat terhadap hakikat agama sebagai pedoman moral, bukan sumber konflik. Menurutnya, seluruh agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan, kedamaian, dan keseimbangan hidup.
"Tidak ada agama yang diciptakan Tuhan untuk menghadirkan ancaman, konflik, atau perpecahan. Agama justru memberikan nilai-nilai moral sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat manusia," ujar Ahmad Maududi.
Ia menjelaskan, setiap agama memiliki ajaran yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Dalam Islam misalnya dikenal konsep rahmatan lil alamin, sementara dalam Hindu terdapat ajaran Tri Hita Karana, sedangkan agama Buddha mengajarkan Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta kebahagiaan bagi seluruh makhluk hidup.
Menurut Ahmad Maududi, keberagamaan seseorang tidak cukup diukur dari kualitas ibadah personal, tetapi juga tercermin melalui sikap sosialnya. Ia menegaskan seseorang yang rajin beribadah namun tidak mampu menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar perlu kembali merefleksikan cara beragamanya.
"Kalau ibadah kepada Tuhan baik, maka hubungan dengan sesama manusia juga pasti baik. Dari kesalehan pribadi itulah lahir kesalehan sosial dalam kehidupan bermasyarakat," katanya.
Selain membangun hubungan antarmanusia, ia menilai kepedulian terhadap lingkungan kini menjadi bagian penting dalam implementasi ajaran agama. Persoalan perubahan iklim, pengelolaan sampah, hingga meningkatnya suhu bumi menjadi pengingat bahwa manusia memiliki tanggung jawab menjaga kelestarian alam.
Ahmad Maududi juga memaparkan hasil Indeks Kerukunan Umat Beragama Tahun 2025 yang dirilis Kementerian Agama. Ia menyebut capaian kerukunan umat beragama di Jawa Timur mencapai 77,89 persen, dengan indikator toleransi sebesar 88,82 persen, kesetaraan 79,35 persen, dan kerja sama atau kebersamaan 65,49 persen.
Selain itu, data Badan Pusat Statistik menunjukkan Indeks Kesalehan Sosial Jawa Timur berada pada angka 73,63 persen. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa praktik keberagamaan masyarakat semakin berdampak terhadap kehidupan sosial, termasuk tumbuhnya sikap saling percaya, toleransi, kepedulian lingkungan, dan budaya gotong royong.
"Mari menjadikan agama bukan sekadar rutinitas spiritual kepada Tuhan, tetapi menjadi fondasi moral dan sosial dalam kehidupan. Agama yang baik akan melahirkan pribadi yang baik, masyarakat yang rukun, dan kepedulian terhadap lingkungan," tutup Ahmad Maududi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....