Mubaligh Hinterland Jadi Ujung Tombak Dakwah Pesisir Provinsi Kepri

  • 29 Jun 2026 17:11 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus melakukan evaluasi terhadap program pelayanan dakwah Mubaligh Hinterland di wilayah pesisir dan pulau terpencil. Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi para mubaligh saat menjalankan tugas pembinaan masyarakat.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kepri, Sudianto, mengatakan tantangan utama pelayanan dakwah di hinterland adalah jarak antarwilayah yang cukup jauh. Kondisi geografis Kepulauan Riau membuat akses transportasi dan komunikasi antar pulau masih menjadi hambatan.

“Wilayah antar pulau yang berjauhan membuat pembinaan masyarakat tidak mudah dilakukan,” ujar Sudianto, Senin, 29 Juni 2026.

Ia menjelaskan faktor cuaca dan keterbatasan sinyal komunikasi turut memengaruhi koordinasi dengan para mubaligh di lapangan. Bahkan, beberapa wilayah masih mengalami kesulitan jaringan telekomunikasi sehingga komunikasi tidak selalu berjalan lancar.

“Sinyal komunikasi di beberapa wilayah sudah tersedia akan tetapi tidak semuanya jaringan telekomunikasi stabil,” katanya.

Menurutnya, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi rutin setiap dua bulan sekali untuk memperkuat program tersebut. Evaluasi dilakukan melalui pertemuan langsung maupun rapat daring agar komunikasi dengan para mubaligh tetap terjaga.

“Insya Allah, dua bulan sekali kita akan melaksanakan evaluasi bersama para Mubaligh Hinterland berbagai wilayah di kepri,” ucapnya.

Selain itu, pemerintah juga berencana menyusun buku panduan atau modul pelayanan dakwah sebagai pedoman bagi para mubaligh di lapangan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di wilayah hinterland.

“Nantinya akan dibuat modul sebagai panduan terkait tugas dan pelayanan yang dilakukan para mubaligh,” tuturnya.

Ia berharap program Mubaligh Hinterland dapat terus berjalan secara berkelanjutan demi menjaga akidah dan pembinaan masyarakat di wilayah pesisir Kepri. Menurutnya, keberadaan mubaligh menjadi garda terdepan dalam menyampaikan nilai-nilai agama kepada masyarakat.

“Mubaligh Hinterland merupakan ujung tombak pemerintah dalam menjaga pembinaan keagamaan masyarakat pesisir,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....