Deprov Gorontalo Sinkronkan Program Pembangunan Bersama Pemkab Gorontalo
- 29 Jun 2026 11:59 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Tim Reses DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) III Kabupaten Gorontalo A melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Bupati Gorontalo, Senin 29 Juni 2026. Kunjungan tersebut menjadi momentum penyelarasan program pembangunan antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo.
Tim Reses yang dipimpin Hais Ayuwa diterima Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, didampingi Kepala Bappeda/Litbang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Bupati Sofyan Puhi mengatakan koordinasi antara pemerintah daerah dan DPRD Provinsi sangat penting untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Gorontalo. Ia juga mengapresiasi dukungan DPRD Provinsi Gorontalo terhadap suksesnya penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan.
Menurut Sofyan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo tidak lagi mengajukan usulan baru karena seluruh kebutuhan prioritas, khususnya sektor infrastruktur tahun 2027, telah diinput melalui aplikasi SITIA sebagai bahan sinkronisasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Dalam pemaparannya, Kepala Bappeda/Litbang Kabupaten Gorontalo menyebut target pertumbuhan ekonomi daerah pada 2026 ditetapkan sebesar 5,5 persen dan diproyeksikan meningkat menjadi 5,73 persen pada 2027.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Gorontalo saat ini mencapai 72,01 atau berada pada kategori tinggi. Sementara angka kemiskinan turun menjadi 14,89 persen dengan target kembali menurun menjadi 14,21 persen pada 2026 dan 14,08 persen pada 2027. Tingkat pengangguran terbuka juga tetap berada di bawah tiga persen, inflasi terkendali, serta gini ratio di bawah 0,4.
Tema pembangunan Kabupaten Gorontalo tahun 2027 mengusung "Memacu Ekonomi Rakyat dan Meningkatkan Kualitas SDM Menuju Daya Saing Daerah" dengan fokus pada penguatan UMKM, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pembangunan yang inovatif.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gorontalo mengungkapkan kondisi infrastruktur masih menjadi tantangan. Dari lebih 1.500 kilometer jalan kabupaten, sekitar 49 persen berada dalam kondisi rusak berat, sedangkan jalan yang berkondisi baik baru sekitar sembilan persen.
Pemkab Gorontalo juga mengusulkan sejumlah program strategis kepada Pemerintah Provinsi, di antaranya revitalisasi Situs Pendaratan Soekarno, pengembangan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Khodapaniti, perluasan jaringan air bersih di wilayah Haya-Haya sebagai lokus penanganan stunting, serta optimalisasi kawasan Lapangan Golf Yosonegoro dan arena pacuan kuda.
Ketua Tim Reses Hais Ayuwa mengatakan seluruh aspirasi yang diterima akan menjadi bahan pembahasan DPRD Provinsi Gorontalo untuk diperjuangkan melalui APBD Provinsi maupun pemerintah pusat sesuai kewenangan masing-masing.
"Berbagai aspirasi masyarakat yang telah kami perjuangkan sebelumnya melalui pokok-pokok pikiran DPRD sudah mulai terealisasi, mulai dari bantuan UMKM, infrastruktur pertanian hingga bantuan sosial. Aspirasi baru yang kami terima juga akan terus kami kawal," ujar Hais.
Sejumlah anggota Tim Reses turut memberikan masukan. Sitti Nurain Sompie mengusulkan kawasan Gelora PENAS dipertahankan sebagai kawasan percontohan melalui dukungan pembebasan lahan. Paris Jusuf meminta evaluasi dampak ekonomi pasca-PENAS agar fasilitas yang telah dibangun tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
Espin Tulie menyoroti dukungan APBN yang mencapai sekitar Rp4 triliun untuk Provinsi Gorontalo pada 2026, sedangkan Ghalieb Lahidjun menekankan pentingnya penguatan bantuan UMKM, ketahanan pangan, pembangunan jalan tani, hingga penanganan persoalan sampah.
H. Suyuti mengangkat persoalan distribusi BBM yang dinilai masih menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, sementara Ramdan Liputo mengusulkan pelibatan pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan dalam kegiatan reses agar penyelesaian aspirasi masyarakat lebih efektif.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Sofyan Puhi memaparkan sejumlah dampak positif penyelenggaraan PENAS XVII. Pemerintah pusat telah membangun tiga ruas jalan senilai sekitar Rp13 miliar, merenovasi GOR David-Tony, membangun panggung utama, serta menyalurkan bantuan CSR Panasonic Group senilai Rp11 miliar untuk pengembangan Pentadio Resort, Menara Limboto, dan kawasan wisata.
Di sektor pertanian, seluruh alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dipamerkan selama PENAS dihibahkan kepada Kabupaten Gorontalo. Selain itu, bantuan benih pertanian juga meningkat hingga 150 persen.
Sofyan menambahkan Kabupaten Gorontalo menjadi daerah pertama yang berhasil mengintegrasikan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), sertifikat tanah gratis dari BPN, dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), sehingga menjadi percontohan nasional.
Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan PENAS diperkirakan menghasilkan perputaran uang sekitar Rp10 miliar. Pendapatan pelaku UMKM meningkat signifikan, transaksi di kawasan Coffee Street mencapai sekitar Rp350 juta per malam, sedangkan Pentadio Resort membukukan pendapatan sekitar Rp200 juta selama lima hari penyelenggaraan, setara dengan pendapatan enam bulan pada kondisi normal.
Mengakhiri pertemuan, Hais Ayuwa menegaskan DPRD Provinsi Gorontalo akan terus mengawal seluruh usulan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Gorontalo agar dapat direalisasikan melalui APBD Provinsi maupun dukungan pemerintah pusat demi mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....