Kader Penggerak NU Bantan Gelar Nariyahan Perkuat Spiritualitas Organisasi
- 29 Jun 2026 16:08 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Bantan menggelar pembacaan Sholawat Nariyah bersama atau Nariyahan sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, rahmat, serta kemudahan dalam menjalankan aktivitas organisasi. Kegiatan berlangsung di Kecamatan Bantan, Minggu 28 Juni 2026 malam.
Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Pondok Pesantren Nurussalam Desa Mentayan, Kiai Muhammad Nizar, serta dihadiri Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bengkalis, Edi Suyanto, Lc. Nariyahan diikuti kader lintas angkatan, mulai dari alumni angkatan I hingga angkatan V.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tawasul kepada Nabi Muhammad SAW dan para muassis Nahdlatul Ulama, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nariyah secara berjemaah. Suasana khidmat mewarnai kegiatan yang menjadi agenda penguatan spiritual bagi para kader tersebut.
Wakil Ketua PCNU Kabupaten Bengkalis, Edi Suyanto, mengatakan kegiatan Nariyahan merupakan salah satu bentuk pembinaan rohani bagi kader yang selama ini aktif menggerakkan organisasi dan melayani masyarakat.
"Melalui Nariyahan ini, kita berharap Allah SWT memberikan keistiqamahan kepada seluruh kader dalam mengurus organisasi dan berjamiah. Ini juga menjadi ikhtiar batin agar diberikan keberkahan, kemudahan, serta jalan keluar dari berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan amanah organisasi," ujar Edi.
Menurutnya, penguatan spiritual menjadi bagian penting dalam menjaga semangat pengabdian kader NU. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai media mempererat ukhuwah sekaligus meningkatkan kualitas ibadah.
Sementara itu, Kiai Muhammad Nizar mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara amaliah berupa zikir dan pendalaman ilmu agama. Menurutnya, keduanya merupakan unsur yang saling melengkapi dalam membangun kualitas keislaman seorang muslim.
Ia mengajak seluruh kader untuk tidak hanya rutin mengikuti majelis zikir, tetapi juga aktif menghadiri majelis ilmu, termasuk kajian-kajian fikih dan keislaman yang diselenggarakan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
"Ada majelis zikir dan ada majelis ilmu. Keduanya penting, tetapi memperdalam ilmu agama juga harus menjadi perhatian agar amaliah yang dijalankan memiliki dasar yang kuat," kata Kiai Muhammad Nizar.
Ia menambahkan, membaca sholawat merupakan salah satu bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itu, ia berharap tradisi bersholawat terus dilestarikan sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan Nariyahan tersebut, Kader Penggerak NU Kecamatan Bantan berharap semangat kebersamaan, penguatan spiritual, dan komitmen dalam mengabdi kepada umat dapat terus terjaga seiring dengan meningkatnya peran organisasi dalam kehidupan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....