Pertanyaan Presiden Harus Jadi Momentum Perkuat Kebijakan Inovasi Nasional

  • 29 Jun 2026 01:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pertanyaan Presiden Harus Jadi Momentum Perkuat Kebijakan Inovasi Nasional
  • Momentum Perkuat Kebijakan Inovasi Nasional

RRI.CO.ID, Jakarta - Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam pembukaan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 dinilai menjadi refleksi penting terhadap arah pembangunan Indonesia. Pertanyaan Presiden mengenai impor gandum, produktivitas sawit, dan industri otomotif menunjukkan perlunya pembenahan sistem inovasi nasional.

Analis Kebijakan Publik Genius Umar mengatakan persoalan tersebut bukan sekadar isu teknis, melainkan berkaitan dengan kebijakan pembangunan yang belum mampu menghubungkan riset dengan kebutuhan industri. "Pertanyaan Presiden bukan sekadar pertanyaan teknis, tetapi merupakan refleksi mendasar tentang arah kebijakan pembangunan Indonesia," ujar Mantan Wali Kota Pariaman Genius Umar ini kepada RRI.CO.ID.

Ia menjelaskan Indonesia tidak kekurangan ilmuwan, dosen, maupun peneliti yang mampu menghasilkan berbagai temuan. Namun, hasil riset dinilai masih banyak berhenti sebagai publikasi akademik dan belum berkembang menjadi produk maupun kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menurut Genius, kondisi itu dipengaruhi oleh lemahnya kebijakan yang menghubungkan dunia riset dengan sektor industri dan pembangunan nasional. "Yang masih lemah adalah kebijakan yang menghubungkan hasil riset dengan kebutuhan industri dan pembangunan nasional," katanya.

Genius menilai rendahnya investasi penelitian juga berdampak pada daya saing Indonesia di tingkat global. Ia menyebut belanja riset yang masih sekitar 0,3 persen dari produk domestik bruto menjadi salah satu penyebab hilirisasi inovasi belum berjalan optimal.

Ia mendorong pemerintah membangun tata kelola inovasi yang berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan dunia usaha. "Indonesia tidak kekurangan orang-orang cerdas, yang kita perlukan adalah keberanian membangun sistem yang memastikan kecerdasan tersebut menjadi inovasi, inovasi menjadi industri, dan industri menjadi kesejahteraan rakyat," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....