Kemenag Targetkan Sepuluh Tim Riset dari UIN RIL

  • 29 Jun 2026 14:15 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kementerian Agama Republik Indonesia mendorong peningkatan kapasitas penelitian dosen Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung melalui sosialisasi Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit atau MoRA The AIR Funds. Kegiatan berlangsung di Ruang Teater Gedung Academic and Research Center UIN Raden Intan Lampung.

Sosialisasi yang diinisiasi Pusat Penelitian LP2M UIN Raden Intan Lampung tersebut menghadirkan Kepala Puspenma Kementerian Agama RI Ruchman Basori dan Ketua Tim Kerja Investasi, Kerja Sama, dan Riset Puspenma Kementerian Agama RI Hendro Dwi Antoro. Kegiatan diikuti pimpinan universitas, guru besar, dosen, serta perwakilan dari UIN Metro dan UIN Raden Fatah Palembang.

Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof. H. Wan Jamaluddin Z menyampaikan apresiasi atas dukungan pendanaan riset yang diberikan Kementerian Agama kepada dosen kampus tersebut. Pada tahun 2025, lima kelompok penelitian dosen UIN RIL berhasil memperoleh pendanaan dengan total nilai sekitar Rp2,8 miliar.

"Penelitian merupakan salah satu pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui penelitian, perguruan tinggi dapat menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial, keagamaan, ekonomi, lingkungan, dan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat," ucap Prof. Wan Jamaluddin, Senin, 29 Juni 2026.

Rektor berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman dosen mengenai arah kebijakan riset Kementerian Agama tahun 2026. Selain itu, dosen juga diharapkan mampu menyusun proposal yang lebih kompetitif dan menghasilkan penelitian yang berdampak bagi masyarakat.

Kepala Puspenma Kementerian Agama RI Ruchman Basori menilai capaian lima tim penerima pendanaan dari UIN Raden Intan Lampung perlu ditingkatkan pada tahun mendatang. Ia menargetkan sedikitnya 10 tim peneliti dari kampus tersebut dapat memperoleh pendanaan riset pada 2026.

"Jangan hanya lima tim, tahun depan harus meningkat. Targetnya setidaknya 10 tim karena yang terpenting adalah lahirnya karya-karya besar yang membuat kampus semakin kredibel," ujar Ruchman Basori.

Menurut Ruchman, program pendanaan riset menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi keagamaan. Hasil penelitian diharapkan mampu menghasilkan inovasi, publikasi ilmiah bereputasi, hak kekayaan intelektual, hingga model pemberdayaan masyarakat yang bermanfaat luas.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Agama juga mendorong dosen memperluas kolaborasi penelitian dengan perguruan tinggi dan lembaga riset internasional. Penguatan jejaring global dinilai penting untuk meningkatkan rekognisi kampus serta memperluas dampak hasil penelitian di tingkat dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....