Patroli di Sungai Gajah Wong, Wali Kota Yogyakarta Amankan Sekarung Sampah

  • 28 Jun 2026 11:17 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Komitmen mewujudkan sungai di Kota Yogyakarta yang bersih terus dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta. Patroli sampah di sungai-sungai menggunakan perahu digiatkan untuk mengkampanyekan kepedulian masyarakat untuk mengelola dan tidak membuang sampahnya ke sungai.

Patroli sampah yang kembali dilakukan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menggunakan perahu motor di sungai Gajah Wong, Jumat, 26 Juni 2026 mampu menjaring satu karung sampah. Pemkot Yogyakarta mengajak masyarakat mengelola sampah dengan Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS) agar tidak membuang sampah ke sungai.

Patroli sampah dilakukan di utara Jembatan Ngeksigondo di wilayah RW 1 Sambirejo, Prenggan. Awalnya Hasto menyusuri sungai ke arah utara untuk mengecek kondisi sampah dan kembali ke selatan. Kemudian menyusuri lagi Sungai Gajah Wong dan menjaring sampah yang berada di tengah sungai.

Hasto mengatakan, patroli sampah menggunakan perahu dinilai efektif. Terutama untuk melihat secara langsung kondisi sungai dan menyisir sampah yang hanyut.

"Patroli (sampah) sungai itu memang harus dengan perahu. Kalau hanya ditunggu di pinggir, itu sampahnya enggak (ke) pinggir, banyak yang di tengah," katanya.

Saat berpatroli, Hasto mengungkapkan, di Sungai Gajah Wong menjadi perhatian, karena memang masih didapati banyak sampah yang justru dibuang ke sungai. Ia menilai sampah-sampah di sungai itu bisa berasal dari aliran di hulu sungai maupun dari kanan kiri sungai.

"Gajah Wong itu sampahnya masih banyak. Saya kemarin ke daerah Gambiran itu pinggir sungainya sampah nyangkut di pohon-pohon bambu. Itu menunjukkan bahwa sampah yang ke sungai masih banyak," ucapnya.

Hasto mengungkapkan, upaya mengendalikan sampah dari kanan-kiri supaya tidak membuang sampah ke sungai terus dilakukan, termasuk dari hulu arah Sleman sudah dipasang jaring sampah atau trash barrier. Kampanye bersih sungai juga terus digiatkan sehingga menjadi perhatian masyarakat agar menjaga lingkungan air sungai.

Hasil sampah yang terjaring sekitar satu karung bagor dan beragam. Ada sampah organik dan anorganik seperti botol plastik air mineral, gelas plastik, kantong plastik dan lainnya. Hasto menegaskan sampah-sampah yang terjaring sebenarnya jika terpilah bisa dijual ke perosok dan menjadi uang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....