Islam Ajarkan Etika Manusia Sebagai Makhluk Sosial Beradab

  • 28 Jun 2026 07:08 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Program Cahaya Pagi yang disiarkan pada Minggu, 28 Juni 2026, menghadirkan Dr. K.H. Achsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua II Baznas Jawa Timur, yang akrab disapa Kyai Achsanul. Dalam kesempatan tersebut, ia mengangkat tema "Memahami Manusia Sebagai Makhluk Sosial" dan menjelaskan pentingnya menjaga hubungan antarsesama sesuai ajaran Islam.

Kyai Achsanul menjelaskan bahwa manusia pada hakikatnya merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. "Manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, sekalipun dia seorang raja atau orang kaya, pasti membutuhkan orang lain," ujarnya.

Karena itu, setiap manusia akan selalu berinteraksi dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Islam telah memberikan tuntunan mengenai cara berinteraksi yang baik.

Umat Islam diajarkan menggunakan perkataan yang sopan, beradab, serta saling menghargai agar hubungan antarmanusia tetap terjalin dengan harmonis dan penuh rasa hormat.

Kyai Achsanul mencontohkan kisah Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS ketika diperintahkan Allah SWT menemui Fir'aun. Meskipun Fir'aun dikenal melampaui batas hingga mengaku sebagai tuhan, Allah SWT tetap memerintahkan keduanya untuk menyampaikan dakwah dengan tutur kata yang lemah lembut.

"Kalau kepada Fir'aun saja diperintahkan berkata lemah lembut, apalagi kepada sesama manusia," katanya.

Selain menjaga tutur kata, ia mengingatkan pentingnya menghormati orang lain sesuai ajaran Rasulullah SAW. Pak Kyai Achsanul mengutip hadis yang berbunyi, "Tidak termasuk golonganku, orang yang tidak mengasihani yang kecil dan orang yang tidak menghormati yang besar."

Menurutnya, ajaran tersebut mengandung makna agar umat Islam menyayangi yang lebih muda dan menghormati mereka yang lebih tua.

Ia juga menyampaikan hadis lain yang mengajarkan untuk memuliakan tetangga dan tamu. Pak Kyai Achsanul menjelaskan bahwa tetangga memiliki kedudukan penting dalam kehidupan bermasyarakat, sedangkan tamu perlu disambut dengan sikap ramah dan penuh penghormatan. "Minimal ada air putih jika tidak ada suguhan makanan. Jika air putih tidak ada, senyuman pun juga tidak masalah," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kyai Achsanul mengingatkan bahwa apabila seseorang tidak mampu menyampaikan perkataan yang baik, maka lebih baik memilih diam daripada mengucapkan kata-kata yang menyakiti orang lain. Ia juga mengajak masyarakat memperkuat tiga bentuk persaudaraan, yaitu ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Wathoniyah, dan ukhuwah Insaniyah sebagai landasan membangun kehidupan yang rukun.

Menutup kajiannya, Kyai Achsanul menegaskan bahwa manusia akan selalu membutuhkan orang lain sejak lahir hingga akhir hayat. Oleh karena itu, masyarakat diajak berinteraksi sesuai ajaran Rasulullah SAW dengan saling menghargai, menghormati, bertutur kata lemah lembut, serta menunjukkan perilaku yang santun agar hubungan antarsesama tetap terjaga dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....