Mengabdi di Ujung Selatan Indonesia, Mahasiswa UGM Laksanakan KKN di Rote Timur

  • 27 Jun 2026 15:37 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, terus berlanjut. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang berfokus di Rote Barat, pada periode kali ini mahasiswa akan menjalankan program pengabdian di Desa Daiama dan Desa Serubeba, Rote Timur.

Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit) KKN-PPM UGM Cakrawala Rote, Muhammad Abel Fajri, mengatakan pemindahan lokasi ke Rote Timur dilakukan atas permintaan pemerintah daerah. Menurutnya, wilayah tersebut dinilai membutuhkan pendampingan yang lebih intensif karena menjadi bagian dari program strategis nasional sebagai kawasan sentra industri garam.

"Tantangan kami sekarang adalah menghadirkan dampak yang sama di kawasan Rote Timur," ujar Abel saat wawancara di Pro 2 Jogja.

Mengusung tema Penguatan Sumber Daya Manusia dan Transformasi Digital Berbasis Kearifan Lokal di bidang akuakultur, pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif, mahasiswa akan melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Program tersebut meliputi pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), literasi keuangan digital melalui pemanfaatan QRIS, pengembangan ekonomi kreatif, pemetaan potensi geowisata, hingga inisiasi desa wisata.

"Kami ingin mendorong masyarakat agar lebih mandiri dan mampu memanfaatkan transformasi digital dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Menurut Abel, digitalisasi menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperkenalkan kepada masyarakat agar potensi lokal di bidang pertanian, akuakultur, dan pariwisata dapat dipasarkan lebih luas. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya bertransaksi di tingkat lokal, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih besar.

Tim KKN Cakrawala Rote berharap program-program yang dijalankan dapat terus berlanjut. Untuk mewujudkan hal tersebut, mahasiswa melibatkan pemuda dan tokoh masyarakat setempat sebagai penggerak utama agar program dapat diteruskan secara mandiri setelah kegiatan KKN berakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....