Perempuan Jadi Kunci Ketahanan Pangan, Wagub Jateng Sebut Dominasi Sektor Pertani

  • 27 Jun 2026 08:53 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Bahkan, di banyak wilayah Jawa Tengah, sebagian besar aktivitas pertanian dan perkebunan saat ini justru dijalankan oleh kaum perempuan.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat membuka Sekolah Kader Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Nasional IV Pengurus Besar PMII di Kantor BPSDMD Jawa Tengah, Jumat 26 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung hingga 30 Juni 2026 tersebut mengangkat tema penguatan peran perempuan dalam ketahanan pangan dan transformasi global.

Di hadapan ratusan kader mahasiswi, Taj Yasin mengungkapkan bahwa perempuan menjadi motor penggerak utama dalam rantai produksi pangan. Mulai dari menanam, merawat tanaman, memanen hasil pertanian, hingga mengelola hasil produksi, sebagian besar dilakukan oleh perempuan.

"Kalau kita melihat di perkebunan maupun di persawahan, yang mendominasi justru perempuan. Mulai dari menanam, merawat tanaman, memetik hasil kebun, hingga panen, sebagian besar dikerjakan oleh perempuan," ujarnya.

Menurutnya, kontribusi besar perempuan menjadi salah satu faktor penting yang membuat Indonesia mampu menjaga ketahanan pangan di tengah tekanan ekonomi global. Peran tersebut perlu terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Ia menilai ketidakpastian ekonomi dunia dapat berdampak pada berbagai sektor kehidupan, termasuk pangan. Karena itu, penguatan ketahanan pangan harus menjadi prioritas dengan melibatkan seluruh potensi bangsa, termasuk perempuan sebagai pelaku utama di sektor pertanian.

Taj Yasin mengatakan Indonesia memiliki modal besar untuk mewujudkan kemandirian pangan. Kekayaan sumber daya hayati yang melimpah menjadi keunggulan yang harus dikelola secara optimal untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

"Indonesia memiliki kekayaan sumber daya hayati yang sangat tinggi. Ini merupakan kekuatan besar yang harus kita manfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan," katanya.

Sementara itu, Bendahara PB Kopri, Zumrotun Nafisa, mengatakan Kota Semarang dipilih sebagai lokasi pertama penyelenggaraan Sekolah Kader Kopri Nasional di luar Jakarta. Jawa Tengah dinilai memiliki warisan intelektual dan spiritual yang kuat serta melahirkan banyak tokoh yang menjadi inspirasi bagi generasi muda.

Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan di Semarang diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih luas bagi para kader. Mereka juga dapat menyerap nilai-nilai kepemimpinan dari daerah yang dikenal sebagai tempat lahirnya banyak ulama dan tokoh bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....