Komunitas Laskar Belajar, Peduli Pendidikan dari Bawah

  • 27 Jun 2026 00:33 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri- Komunitas Laskar Belajar, sebuah komunitas peduli pendidikan yang telah berdiri sejak 2019 dan berbasis di Kota Malang. Komunitas ini memiliki visi dan misi mencerdaskan anak-anak Indonesia melalui pendekatan kelas bawah atau prasejahtera.

Dinaungi Yayasan Anak Bangsa, komunitas Laskar Belajar telah memiliki empat rumah belajar yang tersebar di Kota Malang, salah satunya di Kampung Pemulung. Salma Salsabila, Ketua Komunitas Laskar Belajar, dalam wawancara bersama RRI, Jumat, 26 Juni 2026, mengatakan bahwa Komunitas ini sudah banyak membantu anak-anak dari kalangan menengah ke bawah untuk memiliki semangat belajar dan meneruskan cita-citanya.

Para relawan pengajar juga berasal dari mahasiswa program pendidikan yang masih relevan dengan sasaran komunitas ini. "Komunitas ini sudah berdiri sejak 2019. Dilatarbelakangi karena keprihatinan kita atas pendidikan anak-anak di Kampung Pemulung yang mengalami putus sekolah. Hingga akhirnya kita sudah memiliki 4 rumah belajar yang tersebar di beberapa lokasi di Kota Malang. Pengajarnya pun juga dari mereka yang memiliki basic pendidikan terutama mahasiswa prodi pendidikan yang menempuh kuliah di Kota Malang," ucapnya.

Menurut Salma, akses pendidikan harus dapat dirasakan semua anak termasuk pemenuhan fasilitas belajar yang inklusi. Ini bukanlah semata seruan moral melainkan juga hak konstitusional bahwa hak belajar bukanlah privilege, tetapi sudah menjadi kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi.

Kepedulian ini membuat Komunitas Laskar Belajar terus membangun wadah yang layak untuk anak-anak dari kalangan prasejahtera untuk bisa mencicipi nikmatnya belajar meski di tengah keterbatasan. "Program belajar kita selenggarakan sebulan 2 kali di hari Minggu. Kami yakin kepedulian kita membawa banyak manfaat di masa depan termasuk menginspirasi komunitas yang lain. Tantangan tidak dipungkiri kami alami meski demikian itu bukanlah halangan, karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan memulai," ujarnya.

Ditambahkannya, hingga 2026 telah ada sekitar 100 siswa yang bergabung untuk belajar bersama di komunitas ini. Selain program belajar rutin yang diisi oleh para relawan pengajar, komunitas Laskar Belajar juga memiliki program Bulan Bahasa.

Program ini mengenalkan dan membiasakan anak-anak untuk berbicara dan belajar bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Komunitas yang memiliki motto 'Belajar Bersama, Bergerak untuk Semua' ini, juga telah meraih anugerah sebagai Komunitas Penggerak Terdepan kategori Pendampingan Pendidikan untuk Anak-Anak yang diselenggarakan oleh Detikjatim Award 2025.

Bagi Salma, tidak ada kata menyerah untuk wajah pendidikan yang lebih baik. Pembelajaran yang bermakna harus di dapat oleh setiap anak. Ia meyakini komunitas Laskar Belajar, mampu merangkul anak-anak tanpa menciptakan jurang ketidakadilan sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....