Perkuat Pendidikan Karakter, TP PKK Kota Semarang Siapkan Handbook

  • 26 Jun 2026 22:10 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Penyusunan handbook atau buku panduan pendidikan karakter sebagai pedoman bagi guru dan orang tua dinilai sangat penting. Pasalnya, pendidikan karakter dinilai masih belum diterapkan secara optimal di sekolah.

Selama ini, pembelajaran karakter lebih banyak disampaikan dalam bentuk teori, sementara implementasinya dalam kehidupan sehari-hari masih perlu diperkuat. Dengan handbook ini harapannya bisa memperkuat implementasi pendidikan karakter yang selama ini dinilai masih banyak berfokus pada teori.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Listyati Iswar Aminuddin, dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengasuhan dan Stimulasi Dini Anak yang diselenggarakan Tanoto Foundation di Semarang, Jumat 26 Juni 2026 "Pendidikan karakter, akan lebih efektif apabila dilengkapi panduan yang berisi contoh penerapan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari," kata Lis sapaanya akrabnya Listyati.

Jadi, kata dia, membahas karakter itu tidak hanya teori, tetapi perlu ada praktiknya. Semoga handbook ini bisa bekerja sama dengan Tanoto Foundation sehingga dapat terwujud.

Ia menuturkan, buku panduan tersebut akan berfokus pada penguatan karakter Jawani, yakni nilai-nilai yang berakar pada budaya dan kehidupan masyarakat Jawa Tengah. Nilai-nilai tersebut diyakini mampu membentuk pribadi anak yang berkarakter sejak dini. Handbook juga akan menjadi pedoman praktis agar seluruh nilai karakter dapat diterapkan secara konsisten, bukan hanya dipahami secara teoritis.

"Itu yang menjadi tolak ukur, sehingga nanti kita lebih fokus menentukan mana yang menjadi prioritas untuk diterapkan, apakah karakter Jawani atau nilai lain yang memang perlu diperkuat," ujarnya. Implementasi karakter Jawani, kata Lis, tidak hanya menyasar ke kader PKK, namun akan diperluas ke lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). Pasalnya, Guru PAUD dinilai memiliki peran strategis dalam membangun karakter anak sejak masa awal pertumbuhan.

Melalui handbook tersebut, ia berharap, guru memiliki panduan yang jelas mengenai nilai-nilai karakter yang harus diajarkan beserta indikator penerapannya. Kalau ada handbook, karakternya sudah jelas, misalnya ada 18 karakter yang harus dilaksanakan semua.

"Nanti juga ada ceklis agar guru bisa melihat mana yang sudah diajarkan, mana yang perlu ditingkatkan lagi," ucapnya. Lis mengungkapkan penerapan karakter Jawani bukan merupakan kurikulum baru, melainkan penguatan terhadap pendidikan karakter yang telah berjalan, khususnya di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK).

"Jangan sampai ada karakter yang terlepas. Misalnya kejujuran, itu sangat penting. Karena guru juga memiliki banyak kegiatan, sehingga perlu ada pedoman agar semua karakter tetap diperhatikan dan diterapkan," katanya.

Sebagai tahap awal implementasi akan dilakukan sekitar 350 Pos PAUD yang berada di bawah koordinasi PKK Kota Semarang sebagai proyek percontohan sebelum diperluas ke PAUD lainnya.

"Insyaallah tidak hanya untuk PKK. Kita nanti akan uji coba mungkin di pos PAUD yang berada langsung di bawah koordinasi PKK. Ada sekitar 350 pos PAUD, mungkin kita utamakan di sana dulu sebagai proyek percontohan, kemudian berkembang ke PAUD lainnya," ucapnya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....