Didata Melalui Sensus Ekonomi, Potensi UMKM Paling Dominan di Sleman
- 26 Jun 2026 18:01 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Badan Pusat Stastistik (BPS) mulai menggulirkan program sensus ekonomi pada 15 Juni-31 Agustus 2026 di Kabupaten Sleman. Sensus ekonomi menjadi upaya untuk memotret kondisi ekonomi masyarakat serta memperbaharui data 10 tahun terakhir.
Plt Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih menjelaskan sensus ekonomi juga turut memetakan potensi ekonomi yang ada di setiap wilayah. Misalnya, Kabupaten Sleman yang dinilai memiliki potensi produk-produk UMKM paling tinggi dibanding dengan daerah lain. Pelaku usaha lain yang bergerak di bidang digitalisasi pun ikut terpotret. Hal ini lantaran menurut Endang ekonomi digital kini tengah berkembang pesat sehingga perlu dilakukan pendataan terhadap para pelakunya.
“Kami akan meng-update bagaimana kondisi sosial ekonomi masyarakat supaya nanti lebih tepat sasaran untuk implementasi program pemerintah. Lalu, kami bisa melihat peluang usaha di masing-masing wilayah seperti apa,” kata Endang saat ditemui di Lapangan Pemda Sleman, Jumat, 26 Juni 2026.
Endang menjelaskan ada berbagai indikator sensus yang dilakukan kepada masyarakat. Mulai dari karakteristik keluarga, kondisi sosial ekonomi, pendapatan keluarga secara global, dan berbagai pertanyaan lainnya. Endang menuturkan cakupan pada sensus ekonomi 2026 terbilang lebih luas dibandingkan dengan sensus ekonomi 10 tahun lalu. Hal ini ditunjukan dengan pendataan di sektor pertanian yang sebelumnya hanya meliputi sektor lapangan usaha industri, perdagangan, pendidikan, dan kesehatan.
Endang mengatakan hasil sensus ekonomi ini nantinya juga akan dijadikan benchmark perhitungan produk domestik regional bruto (PDRB). Endang menambahkan semua data diinput melalui gadget dan terhubung dengan nomor induk kependudukan (NIK). Dia juga memastikan data yang diberikan oleh masyarakat kepada petugas sensus dijamin keamanannya.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BSSN. Insya Allah (data) dijaga dan kami tidak akan menampikan data individu, tapi (data) BPS ini secara agregat. Jadi sekali lagi jangan ada kekhawatiran. Petugas kami dibekali ada rompi, kemudian ada nametag. Kemudian surat tugasnya,” ucap Endang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....