Dirut PLN EMI: Green Jobs Terus Tumbuh lewat Transisi Energi

  • 26 Jun 2026 12:22 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Transisi energi menuju ekonomi rendah karbon diproyeksikan menjadi penggerak utama penciptaan lapangan kerja masa depan. Direktur Utama PT PLN Energy Management Indonesia, Henri Firdaus, mengatakan sektor pembangkit listrik tenaga surya mendominasi kebutuhan tenaga kerja.

Pasar green jobs global diperkirakan mencapai 16,6 juta pekerjaan pada 2026. Menurutnya, sektor tersebut diproyeksikan menyerap sekitar 44 persen dari total pekerjaan hijau.

"Transisi energi bukan hanya tentang mengurangi emisi, tetapi juga membuka peluang karier baru bagi generasi muda," ujar Henri, Kamis, 25 Jumi 2026. Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Expert Talk Institut Teknologi PLN bertema dekarbonisasi dan manajemen energi berkelanjutan.

Henri menjelaskan peluang profesi hijau semakin beragam seiring berkembangnya industri energi bersih. Beberapa di antaranya Energy Auditor, Carbon Analyst, ESG Specialist, dan Renewable Energy Engineer.

Ia juga mendorong mahasiswa meningkatkan kompetensi melalui sertifikasi dan pengalaman praktik. Selain itu, mahasiswa diharapkan memahami standar global, termasuk GHG Protocol, ISO 50001, dan GRI Standards.

"Mahasiswa perlu mempersiapkan diri melalui sertifikasi, riset kolaboratif, dan pemahaman regulasi global," katanya. Menurut Henri, dekarbonisasi dilakukan melalui pengurangan emisi dan penyerapan sisa emisi karbon.

Upaya tersebut menjadi bagian penting mendukung pembangunan berkelanjutan. Ia menyebut terdapat empat pilar utama dekarbonisasi.

Pilar tersebut meliputi efisiensi energi, energi terbarukan, elektrifikasi, serta pengembangan pasar karbon. Henri menjelaskan efisiensi energi melalui penerapan ISO 50001 mampu menghemat konsumsi energi hingga 25 persen.

Pendekatan itu juga berpotensi menekan biaya operasional industri. Selain itu, Renewable Energy Certificate atau REC memungkinkan perusahaan mengklaim penggunaan listrik dari energi terbarukan.

PT PLN EMI saat ini mengelola layanan tersebut untuk ratusan perusahaan. PLN Group juga mencatat penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 51,1 juta ton CO2 pada 2025.

Capaian itu didukung pemanfaatan energi terbarukan dan program cofiring biomassa. "Secara total PLN telah berkontribusi menurunkan sekitar 127 juta ton CO2 dari target NDC sektor energi," ujar Henri.

Henri menambahkan penerapan manajemen energi berkelanjutan memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan. Menurutnya, efisiensi energi dapat menghasilkan penghematan biaya sekaligus mendukung target dekarbonisasi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....