Bombana Perkuat Input Data E‑Walidata SIPD‑RI
- 26 Jun 2026 17:51 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar pembekalan khusus guna memastikan setiap instansi siap beroperasi di dalam kerangka kerja baru. Forum Satu Data Indonesia yang berlangsung tidak hanya sekadar menyampaikan teori, tetapi berfokus langsung pada persiapan teknis agar seluruh data statistik sektoral yang dihasilkan dapat masuk dengan rapi dan sah ke dalam gerbang utama: aplikasi E‑Walidata SIPD‑RI serta pangkalan data induk kabupaten. Peserta yang dikumpulkan secara khusus adalah para pengelola data resmi atau admin Walidata dari setiap Organisasi Perangkat Daerah — merekalah yang akan bertindak sebagai jembatan penghubung antara fakta di lapangan dengan sistem informasi pusat pemerintahan daerah.
Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar pembekalan khusus guna memastikan setiap instansi siap beroperasi di dalam kerangka kerja baru. Forum Satu Data Indonesia yang digelar tidak hanya sekadar menyampaikan teori, tetapi fokus pada persiapan teknis agar seluruh data statistik sektoral yang dihasilkan dapat masuk dengan rapi ke dalam aplikasi E‑Walidata SIPD‑RI serta pangkalan data induk kabupaten.
Kegiatan yang diikuti Peserta para pengelola data resmi atau admin Walidata dari setiap Organisasi Perangkat Daerah yang nantinya akan mengelola sistem informasi pusat pemerintahan daerah.
Kepala Bidang Statistik Diskominfos Bombana, Nasriadi, S.IP. dalam pemaparan materinya menjelaskan, keberhasilan penerapan konsep Satu Data Indonesia sangat bergantung pada kesadaran dan ketelitian setiap perangkat daerah selaku pihak yang paling awal mengumpulkan fakta di lapangan. Tanggung jawab tersebut diantaranya kewajiban menyajikan catatan yang memenuhi empat syarat utama meliputi akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan di setiap tahapan pemeriksaan.
“Setiap Organisasi Perangkat Daerah yang menjadi produsen data memegang peran sangat strategis. Kualitas informasi yang sampai ke tingkat perencanaan maupun kebijakan akhir tidak akan pernah lebih baik dari ketelitian yang diterapkan pada saat pengumpulan dan pencatatan awal di masing‑unit kerja,” jelas Nasriadi , Kamis 25 Juni 2026
Nasriadi megatakan, selain mempertegas kembali standar mutu isi data, sesi ini juga memandu peserta secara rinci mengenai alur kerja di dalam aplikasi E‑Walidata SIPD‑RI. Mulai dari cara masuk sistem, verifikasi hak akses, pemilihan jenis indikator yang sesuai, hingga tahapan pengiriman dan konfirmasi penerimaan data agar tercatat sah di pusat. Peserta juga mendapatkan bimbingan untuk mengenali potensi hambatan teknis serta cara mengatasinya sejak dini, guna menghindari penumpukan data yang belum terkirim atau tidak lengkap.
Kegiatan sosialisasi aplikasi E‑Walidata SIPD‑RI sekaligus menjadi sarana menyamakan persepsi pengelolaan statistik bukan lagi tugas terpisah‑pisah atau dikerjakan sendiri‑sendiri oleh masing‑instansi tanpa acuan seragam. Melalui sistem terpadu setiap catatan yang masuk akan langsung terhubung dan dapat saling melengkapi, sehingga menghapus risiko munculnya angka ganda atau data yang saling bertentangan antar‑satu instansi dengan instansi lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....