Pemkab dan Kapolres OKI Buka Dialog dengan Warga Usai Insiden di Lempuing

  • 25 Jun 2026 18:35 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemkab OKI dan Polres OKI menggelar dialog dengan warga Desa Tebing Suluh pascainsiden di area PT Buluh Cawang Plantation untuk meredakan situasi dan mencari solusi bersama.
  • Warga menyampaikan tuntutan terkait santunan dan biaya pengobatan korban serta meminta peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar di perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
  • Pemerintah dan kepolisian menegaskan komitmen menyelesaikan persoalan melalui dialog dan mekanisme hukum, sekaligus mengajak seluruh pihak menjaga keamanan serta kondusivitas daerah.

RRI.CO.ID, OKI - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Kepolisian Resor (Polres) OKI mengunjungi Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing, Rabu 24 Juni 2026, untuk membuka ruang dialog dengan masyarakat pascainsiden yang terjadi di area PT Buluh Cawang Plantation, Desa Dabuk Rejo.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meredakan situasi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul setelah peristiwa tersebut. Pertemuan yang berlangsung di Masjid Nurul Yaqin itu dihadiri Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, Camat Lempuing Jamhari Ilyas, perangkat desa, tokoh masyarakat serta warga setempat.

Selama lebih dari satu jam, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi, tuntutan, dan keluhan yang selama ini mereka rasakan kepada pemerintah dan aparat kepolisian. Selain itu, warga juga mengeluhkan minimnya akses kesempatan kerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah.

Perwakilan warga, Mat Arif, Aprikal dan Deni meminta pihak perusahaan bertanggung jawab atas biaya pengobatan serta memberikan santunan kepada para korban yang terdampak dalam insiden tersebut.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dan kepolisian merupakan bentuk komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat saat menghadapi persoalan.

“Kami hadir di Desa Tebing Suluh untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memastikan bahwa setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui dialog dan mekanisme hukum yang berlaku,” kata Eko.

Menurutnya, tidak ada pihak yang menginginkan insiden tersebut terjadi hingga menimbulkan korban. Karena itu, seluruh pihak diminta mengedepankan komunikasi, menahan diri dan menjaga situasi agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

“Tidak ada pihak yang menginginkan peristiwa ini terjadi, yang menjadi fokus kami saat ini adalah memastikan penanganan korban berjalan maksimal, proses hukum berlangsung transparan dan situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Kapolres juga memastikan para korban telah mendapatkan perawatan dan akan terus memperoleh pendampingan hingga proses pemulihan selesai. Sementara perkembangan penanganan perkara akan terus disampaikan kepada masyarakat melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan.

Sementara itu, Camat Lempuing Jamhari Ilyas mengatakan pemerintah kecamatan akan terus memfasilitasi komunikasi antara masyarakat, perusahaan, dan aparat penegak hukum guna mendorong penyelesaian masalah secara damai. Pertemuan tersebut ditutup dengan doa bersama dan warga membubarkan diri secara tertib.

"Pemerintah hadir untuk mendengarkan dan menjembatani komunikasi antara masyarakat, perusahaan, dan aparat penegak hukum. Semua aspirasi yang disampaikan warga akan kami catat dan tindak lanjuti melalui mekanisme yang ada," tutur Jamhari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....