Kakanwil Kemenag Sulsel: Kepala Madrasah Harus Jadi Motor Perubahan
- 25 Jun 2026 09:42 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Upaya memperkuat kualitas pendidikan madrasah di Sulawesi Selatan terus dilakukan. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, secara resmi mengukuhkan Pengurus Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKM MI) Provinsi Sulawesi Selatan periode 2026–2029 dalam kegiatan Pengukuhan Pengurus dan Rapat Kerja KKM MI Sulsel di Hotel Arotel Smile Makassar, Selasa 23 Juni 2026.
Mengusung tema “Transformasi Kepemimpinan KKM MI untuk Madrasah yang Unggul, Inovatif, dan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan komitmen para kepala madrasah dalam menjawab tantangan pendidikan di era modern.
Sebanyak 113 pengurus yang terdiri atas perwakilan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) dan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan resmi dilantik. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan madrasah di daerah masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, Arman, S.Pd.I kembali dipercaya menakhodai KKM MI Sulsel untuk periode 2026–2029. Ini menjadi periode kedua kepemimpinannya setelah terpilih kembali melalui Musyawarah Wilayah (Musywil) KKM MI Sulsel pada April lalu.
Usai prosesi pengukuhan, seluruh pengurus langsung menggelar rapat kerja untuk menyusun program strategis yang akan menjadi arah gerak organisasi selama tiga tahun ke depan. Dalam arahannya, H. Ali Yafid memberikan apresiasi tinggi kepada para kepala madrasah yang selama ini menjadi ujung tombak penyelenggaraan pendidikan Islam di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, menjadi kepala madrasah bukan sekadar jabatan administratif, melainkan amanah besar yang membutuhkan dedikasi, kesabaran, dan komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan berkualitas bagi generasi bangsa.
"Menjadi kepala madrasah bukan tugas yang mudah. Dibutuhkan kesabaran, dedikasi, semangat, dan komitmen yang kuat agar madrasah terus berkembang dan memberikan layanan pendidikan terbaik bagi masyarakat," ungkap Ali Yafid.
Ia menegaskan bahwa KKM MI harus berfungsi sebagai ruang kolaborasi yang mampu menyatukan gagasan, pengalaman, dan inovasi para kepala madrasah. Menurutnya, kemajuan madrasah hanya bisa dicapai melalui kebersamaan dan komunikasi yang kuat.
"KKM harus menjadi penggerak. Jangan berjalan sendiri-sendiri, bangun komunikasi, saling mendukung, dan hadirkan inovasi untuk memajukan madrasah," pesannya. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi pendidikan, Ali Yafid juga mengingatkan pentingnya menjaga jati diri madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berakhlak mulia.
"Madrasah tidak hanya bertugas mencerdaskan anak-anak secara akademik, tetapi juga membangun iman, karakter, dan akhlak. Inilah peran besar madrasah dalam membangun peradaban," tegasnya. Lebih lanjut, ia berharap pengurus KKM MI Sulsel yang baru mampu menjadi teladan dalam kepemimpinan, kedisiplinan, serta semangat pengabdian. Kepemimpinan yang baik, menurutnya, harus dimulai dari keteladanan dalam tindakan sehari-hari.
"Jadilah teladan. Sebelum mengajak orang lain melakukan kebaikan, tunjukkan terlebih dahulu melalui sikap dan tindakan. Dengan niat yang ikhlas dan komitmen yang kuat, Insya Allah madrasah akan semakin maju, bermutu, dan mendunia," tutupnya.
Pengukuhan dan rapat kerja ini menjadi langkah awal bagi KKM MI Sulsel untuk memperkuat peran sebagai mitra strategis Kementerian Agama dalam mewujudkan madrasah yang unggul, inovatif, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....