Dari UMKM hingga KDRT, DWP Pringsewu Dorong Perempuan Lebih Berdaya
- 25 Jun 2026 07:11 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pringsewu - Perempuan tidak hanya memiliki peran penting dalam keluarga, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi dan agen perlindungan sosial di lingkungan sekitarnya. Karena itu, peningkatan kapasitas perempuan dinilai menjadi langkah penting dalam menciptakan keluarga yang mandiri dan sejahtera.
Semangat tersebut mewarnai kegiatan Rapat Koordinasi, Pelatihan Kewirausahaan, dan Sosialisasi Mengenali Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pringsewu di Aula Utama Pemkab Pringsewu, Rabu, 24 Juni 2026.
Penasehat DWP Kabupaten Pringsewu, Rahayu Riyanto, mengatakan organisasi DWP tidak hanya menjadi wadah silaturahmi para istri aparatur sipil negara, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Mari kita terus mengevaluasi dan menyusun program kerja yang bermanfaat. Harapannya lahir program-program yang tidak hanya berguna bagi keluarga ASN, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.
Selain memperkuat kapasitas organisasi, kegiatan tersebut juga membekali peserta dengan pengetahuan kewirausahaan dan pemahaman mengenai penanganan kasus KDRT. Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas yang hadir sebagai narasumber kewirausahaan mendorong perempuan untuk berperan aktif dalam pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Salah satu peluang yang dinilai memiliki prospek besar adalah pengembangan singkong menjadi Modified Cassava Flour (Mocaf) serta berbagai produk turunannya yang memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi. Menurut Riyanto, hilirisasi singkong menjadi Mocaf tidak hanya meningkatkan nilai jual komoditas lokal, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat UMKM, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
"Pengembangan Mocaf dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Ini bukan hanya soal pangan alternatif, tetapi juga upaya memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Sementara itu, materi mengenai pengenalan kasus KDRT disampaikan oleh Plt Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas P3AP2KB Pringsewu, Nela Heldayani. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta dalam mengenali tanda-tanda kekerasan dalam rumah tangga serta langkah yang dapat dilakukan ketika menemukan atau mengalami kasus serupa.
Melalui kegiatan ini, DWP Pringsewu berharap para anggotanya tidak hanya semakin mandiri secara ekonomi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu-isu sosial yang terjadi di lingkungan sekitar, sehingga mampu menjadi bagian dari solusi bagi keluarga dan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....