Panas Terik Berganti Hujan, BMKG dan Dokter Beri Peringatan
- 25 Jun 2026 09:20 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak cuaca ekstrem terhadap kesehatan. Perubahan cuaca yang terjadi cepat, dari panas terik ke hujan deras, dinilai dapat memicu berbagai gangguan kesehatan bila tidak diantisipasi dengan baik.
Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Veronica Sinta Andayani, mengatakan Sumatera Selatan saat ini sudah memasuki musim kemarau. Meski begitu, potensi hujan masih tetap ada karena kondisi atmosfer di wilayah Sumatera bagian selatan masih cukup lembap.
Ia menjelaskan, hujan pada musim kemarau tetap dapat terjadi dengan intensitas ringan hingga sedang, durasi singkat, dan bersifat lokal. Kondisi inilah yang membuat cuaca terasa tidak menentu, karena panas terik masih bisa berganti hujan dalam waktu relatif singkat.
“Beberapa hari ke depan potensi hujan masih bisa terjadi, tetapi secara umum Sumsel mulai memasuki fase kemarau. Masyarakat perlu tetap waspada, baik terhadap cuaca panas maupun hujan yang datang tiba-tiba,” ujarnya saat dialog di Palembang Menyapa PRO 1 RRI Palembang, Selasa, 23 Juni 2026.
Sementara itu, dokter fungsional RSUP Dr. Rivai Abdullah, dr. Corry Shinta Madame, mengatakan perubahan cuaca ekstrem berpengaruh besar terhadap daya tahan tubuh. Tubuh harus terus beradaptasi dengan perubahan suhu, sehingga dalam kondisi tertentu dapat mengalami stres fisiologis dan lebih rentan terserang penyakit.
Menurut dr. Corry, kelompok yang paling rentan terdampak adalah anak-anak dan lanjut usia. Pada dua kelompok ini, sistem kekebalan tubuh belum atau tidak lagi sekuat orang dewasa sehat, sehingga risiko terserang flu, batuk, pilek, diare, hingga dehidrasi menjadi lebih tinggi.
Ia menambahkan, penyakit yang sering muncul saat cuaca tidak menentu umumnya berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan dan gangguan pencernaan. Selain itu, suhu panas yang tinggi juga dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan, memicu lemas, pusing, dan menurunkan konsentrasi saat beraktivitas.
“Masyarakat sebaiknya memperbanyak minum air putih, istirahat cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi agar daya tahan tubuh tetap terjaga. Kalau memang harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan pelindung seperti payung, topi, atau pakaian yang nyaman,” katanya.
BMKG juga mengimbau masyarakat rutin memantau prakiraan cuaca melalui kanal resmi agar bisa menyesuaikan aktivitas harian. Informasi cuaca dinilai penting, terutama bagi pekerja lapangan, pengendara, anak-anak yang sedang libur sekolah, hingga warga yang tinggal di kawasan rawan banjir atau kekeringan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....