Edamame Berpotensi Dikembangkan di Gorontalo, Panen Lebih Cepat di Dataran Rendah
- 24 Jun 2026 12:33 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Tanaman edamame menjadi salah satu inovasi pertanian yang menarik perhatian pengunjung pada gelar teknologi Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo. Hasil uji tanam menunjukkan komoditas tersebut berpotensi dikembangkan di Gorontalo meski ditanam pada dataran rendah.
Kepala Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi serta Sumber Daya Genetik Pertanian Kementerian Pertanian menjelaskan, varietas edamame Biomax 1 dan Biomax 2 yang ditampilkan pada gelar teknologi awalnya direkomendasikan untuk ditanam pada dataran menengah hingga tinggi, atau sekitar 400 meter di atas permukaan laut.
Namun hasil pengamatan di lokasi gelar teknologi PENAS yang berada pada ketinggian sekitar 90 meter di atas permukaan laut menunjukkan tanaman tersebut tetap mampu tumbuh dengan baik meski berada pada kondisi cuaca yang lebih panas.
“Ini menjadi temuan yang menarik. Edamame yang biasanya tumbuh optimal di dataran menengah ternyata dapat berkembang dengan baik di dataran rendah seperti Gorontalo,” ujarnya kepada RRI, Senin 22 Juni 2026.
Menurutnya, selain mampu beradaptasi, edamame yang ditanam di dataran rendah justru memiliki umur panen yang lebih singkat. Jika di dataran menengah masa panen mencapai sekitar 90 hari, maka pada kondisi dataran rendah fase generatif tanaman menjadi lebih pendek sehingga panen dapat dilakukan lebih cepat.
Keunggulan tersebut dinilai membuka peluang baru bagi petani Gorontalo untuk mengembangkan edamame sebagai komoditas alternatif bernilai ekonomi tinggi.
Selain itu, produktivitas tanaman juga cukup menjanjikan. Untuk panen dalam bentuk polong muda yang biasa dikonsumsi sebagai camilan sehat, potensi hasilnya dapat mencapai 12 ton per hektare. Sedangkan untuk produksi benih, hasil panen dapat mencapai lebih dari tiga ton per hektare.
Kementerian Pertanian juga menilai sistem budidaya yang diterapkan pada lokasi gelar teknologi dapat menjadi contoh pengembangan edamame di Gorontalo. Dengan pengelolaan irigasi yang baik serta pemanfaatan lahan secara terintegrasi, tanaman tersebut berpotensi dikembangkan lebih luas di berbagai wilayah.
Melalui gelar teknologi PENAS KTNA XVII, edamame diperkenalkan kepada petani sebagai salah satu komoditas yang memiliki peluang pasar sekaligus dapat menjadi alternatif diversifikasi usaha pertanian di Gorontalo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....