Cegah DBD Dimulai dari Rumah, Keluarga Jadi Benteng Pertama Pencegahan
- 23 Jun 2026 08:52 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan yang serius di Indonesia maupun kawasan ASEAN. Momentum peringatan Hari DBD se-ASEAN setiap 15 Juni menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya pencegahan sejak dari lingkungan keluarga.
Dalam program Kiprah Sulsel RRI Makassar, dokter muda Vivi Chairun Nisa, S.Ked menjelaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban kasus DBD tertinggi di dunia. Penyakit ini telah ditemukan di seluruh provinsi dengan empat serotipe virus dengue yang beredar di masyarakat.
Menurut Vivi, rumah menjadi titik awal paling penting dalam pencegahan DBD karena nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di genangan air bersih yang banyak ditemukan di sekitar tempat tinggal. Karena itu, setiap keluarga memiliki peran besar dalam memutus rantai penularan penyakit tersebut.
Ia menegaskan bahwa strategi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus masih menjadi langkah pencegahan yang paling efektif. Upaya tersebut meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menerapkan langkah tambahan seperti menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi, memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan larvasida, serta tidur menggunakan kelambu. Menurutnya, keberhasilan 3M Plus sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaannya.
Vivi juga menyoroti pentingnya Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik. Melalui program ini, setiap keluarga didorong menunjuk satu anggota rumah tangga sebagai Juru Pemantau Jentik yang secara rutin memeriksa keberadaan jentik nyamuk di lingkungan rumah.
Di sisi lain, masyarakat perlu mengenali gejala awal DBD seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, serta munculnya ruam pada kulit. Jika muncul tanda bahaya seperti nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, atau kondisi tubuh yang semakin lemah setelah demam turun, pasien harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
Vivi menekankan bahwa pencegahan DBD bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan, melainkan tanggung jawab bersama yang dimulai dari rumah. Dengan menjadikan 3M Plus sebagai kebiasaan, meningkatkan edukasi keluarga, serta menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan bebas dari DBD.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....