Gedebog Pisang Tembus Pasar Internasional Lewat Produk Kerajinan

  • 22 Jun 2026 22:10 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Siapa sangka limbah gedebog pisang yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi produk kerajinan berkelas yang diminati pasar internasional. Melalui inovasi yang dikembangkan Serat Nusa, kulit gedebog pisang disulap menjadi berbagai produk fesyen dan dekorasi rumah yang ramah lingkungan.

Founder Serat Nusa, Gita Nurwardani, saat ditemui rri.co.id di sela Festival Tas Nusantara di Pendhapi Gede Balai Kota Surakarta, Minggu 21 Juni 2026, mengatakan usahanya yang berbasis di Bandung itu mengolah kulit gedebog pisang menjadi bahan kerajinan bernilai ekonomi.

Dalam proses produksinya, Serat Nusa bekerja sama dengan bank sampah serta memberdayakan sekitar 30 perajin perempuan di Garut dan Lampung. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya pengelolaan limbah sekaligus pemberdayaan masyarakat.

“Bahan baku diperoleh dari bank sampah yang melakukan proses awal mulai dari pengeringan, penipisan, dan pemotongan hingga siap digunakan. Selanjutnya bahan tersebut diserahkan kepada para perajin untuk dirajut menjadi produk,” ujar Gita.

Beragam produk yang dihasilkan antara lain tas, topi, sarung bantal, taplak meja, hingga berbagai dekorasi rumah. Selain ramah lingkungan, usaha tersebut juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang terlibat dalam proses produksi.

Gita mengatakan produk berbahan serat gedebog pisang memiliki daya tahan hingga 8–10 tahun. Bahkan, setiap produk dilengkapi garansi perbaikan seumur hidup sebagai bagian dari upaya mengurangi budaya konsumtif.

Berawal dari aktivitas pengelolaan sampah sejak 2014, Gita kemudian mendirikan Serat Nusa pada 2022. Ia berharap usahanya dapat menjadi contoh bahwa pengelolaan sampah dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Karya ini berhasil menarik perhatian dunia. Tahun lalu produk kami tampil dalam kolaborasi bersama sejumlah desainer di Paris Fashion Week,” ucapnya.

Selain itu, berbagai produk Serat Nusa telah dibawa pembeli ke sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Estonia, Jepang, dan Malaysia. Pemasaran ke berbagai negara tersebut menunjukkan tingginya minat terhadap produk fesyen dan dekorasi berbahan ramah lingkungan.

Harga produk Serat Nusa bervariasi, mulai Rp55 ribu hingga ratusan ribu rupiah untuk produk fesyen seperti tas dan topi. Sementara itu, produk dekorasi rumah berukuran besar, seperti karpet, dibanderol hingga Rp2 juta. (SF)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....