Direktur Program RISE Serahkan WRI Ross Center Prize untuk Kota Makassar
- 23 Jun 2026 05:20 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar bersama Universitas Hasanuddin dan Monash University Australia menggelar Mayor’s Exclusive Roundtable Meeting and Official Acceptance of the WRI Ross Center Prize for Cities 2025–2026 Award di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin 22 Juni 2026.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momen penyerahan resmi penghargaan internasional WRI Ross Center Prize for Cities kepada Pemerintah Kota Makassar atas keberhasilan Program Revitalising Informal Settlements and their Environments (RISE).
Program RISE sebelumnya berhasil masuk lima besar finalis dunia dalam ajang penghargaan yang digelar di New York beberapa bulan lalu. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan global terhadap upaya peningkatan kualitas permukiman, sanitasi, dan kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis komunitas yang telah dijalankan di Kota Makassar selama hampir satu dekade.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Makassar tidak dapat menghadiri langsung seremoni penghargaan di New York. Karena itu, penghargaan tersebut diwakilkan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York bersama tim Monash University, sebelum akhirnya dibawa dan diserahkan secara resmi di Makassar. “Penghargaan tersebut kemudian dibawa ke Makassar untuk diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Kota Makassar melalui kegiatan ini,” ujar Munafri.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah, mitra akademik, dan dukungan Pemerintah Australia yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Munafri juga menekankan pentingnya melanjutkan dan memperluas implementasi Program RISE ke wilayah lain yang masih membutuhkan peningkatan kualitas sanitasi dan lingkungan permukiman. “Penghargaan ini kita dapat bukan karena kita menginginkan penghargaan ini. Tapi karena kita bekerja dengan sungguh-sungguh memastikan program ini memberikan dampak langsung dan nyata di tengah masyarakat,” katanya.
Ia meminta seluruh perangkat daerah, khususnya Bappeda sebagai leading sector, untuk menyiapkan langkah lanjutan dalam mengembangkan serta mereplikasi program tersebut di Kota Makassar. “Program ini harus diduplikasi dan dimulai dari Pemerintah Kota Makassar dengan penganggaran yang maksimal demi keberlanjutan program ini,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Program RISE, Profesor Diego Ramírez-Lovering, menilai keberhasilan Makassar tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kuatnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, mitra pembangunan, dan masyarakat.
Ia menyebut Makassar telah menjadi contoh global dalam pengembangan kawasan permukiman berbasis masyarakat yang mampu menjawab tantangan sanitasi, kesehatan, dan perubahan iklim. “Makassar telah membuktikan bahwa kemitraan masyarakat, inovasi teknis, dan komitmen pemerintah dapat bersinergi untuk memperbaiki kondisi masyarakat dan menciptakan tempat tinggal yang lebih sehat,” ujarnya.
Diego menambahkan, tantangan ke depan adalah memperluas penerapan pendekatan RISE agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat di Kota Makassar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....