BI: Jawa Timur Produsen Utama Kopi-Kakao Jawa, JCFF 2026 Dorong Hilirisasi dan Ekspor

  • 22 Jun 2026 18:40 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Jawa Timur memiliki keunggulan strategis sebagai produsen utama kopi dan kakao di Pulau Jawa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2026, pangsa produksi kopi di Jawa Timur mencapai 71 persen, kakao 26 persen, dan teh 3 persen dari total produksi kopi, kakao, dan teh di Pulau Jawa.

Volume produksi kopi Jawa Timur tercatat 53,25 ribu ton, kakao 10,56 ribu ton, dan teh 2,14 ribu ton.

“Jawa Timur memiliki keunggulan strategis di Pulau Jawa sebagai produsen utama kopi dan kakao. Kedua komoditas tersebut memiliki potensi produksi yang besar dengan kinerja ekspor yang tinggi,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, Ibrahim dalam Media Briefing Triwulan (TW) II 2026 di Surabaya, 22 Juni 2026.

Dari sisi ekspor, kinerja kopi, kakao/cokelat, dan teh Jawa Timur menunjukkan tren positif. Potensi ekonomi bernilai tinggi tecermin dari besarnya pangsa ekspor produk green bean untuk kopi, keberhasilan hilirisasi produk mentega cokelat pada kakao, serta peluang optimalisasi produk olahan berupa ekstrak atau konsentrat pada komoditas teh.

Harga ekspor kakao/cokelat paling tinggi dibanding kopi dan teh. Mentega cokelat tercatat 13,74 dolar Amerika Serikat (USD)/kg, pasta kakao 8,39 USD/kg, biji kakao 7,63 USD/kg, dan bubuk kakao 4,93 USD/kg. Untuk kopi, green bean 4,64 USD/kg, roasted coffee 4,06 USD/kg, dan ekstrak/esens/konsentrat kopi 3,33 USD/kg.

Untuk mendorong hilirisasi dan promosi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Java Coffee & Flavor Festival (JCFF) 2026 pada 17–19 Juli 2026 di Alun-Alun Surabaya dan Hotel Kampi. JCFF merupakan high level event (HLE) tahunan KPwBI Jatim yang memasuki tahun ke-5 sejak pertama digelar 2022 dengan nama Java Coffee Culture (JCC).

Tujuan JCFF 2026 antara lain mendorong kopi, rempah, dan cokelat asal Pulau Jawa sebagai komoditas unggulan nasional dan potensi ekspor. Kedua, meningkatkan promosi Alun-Alun sebagai wisata heritage Surabaya. Ketiga, menciptakan nilai tambah kopi, rempah, dan cokelat serta kawasan wisata untuk mendorong pengembangan ekonomi kreatif berkelanjutan.

Rangkaian JCFF 2026 meliputi EduCoffee: Talkshow & Workshop, Business Matching untuk trade, pembiayaan, dan lelang kopi, serta competition dan atraksi seperti Brewing Competition, Latte Art Competition, Cupping Competition, Kopi Bersastra, Kopi Bernada, Stand Up Comedy, Food Creation, hingga Lomba Mewarnai Kopi.

"Outcome yang diharapkan dari JCFF 2026 adalah peningkatan eksposur, daya saing termasuk peningkatan akses kredit, dan penjualan komoditas potensial ekspor kopi, rempah, dan cokelat." kata Ibrahim.

Kedua, diversifikasi produk olahan dan jasa kopi Jawa. Ketiga, terciptanya ekosistem wisata heritage di wilayah Alun-Alun Surabaya.

Pada pelaksanaan JCFF 2025, kegiatan dihadiri 2.000 peserta dengan capaian Business Matching (BM) trade 79,51 miliar Rupiah dan BM pembiayaan 28,06 miliar Rupiah. JCFF merupakan kegiatan Road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang akan diselenggarakan di Jakarta.

Ibrahim menegaskan Bank Indonesia (BI) mendorong penguatan peran dalam pengembangan komoditas potensial ekspor unggulan nasional dan pariwisata. BI juga mendorong sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak melalui pendekatan kelembagaan maupun pendekatan bisnis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....