Kembangkan Wilayah 3T, Mahasiswa KKN UGM Boyong 140 Proker ke Kepulauan Togean
- 21 Jun 2026 12:15 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sebanyak 140 program kerja disiapkan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mendukung pengembangan wilayah Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Program kerja itu akan dijalankan oleh 28 mahasiswa peserta KKN-PPM UGM Periode 2 Tahun 2026 yang bertugas di Desa Lebiti, Desa Pulau Enam, dan Desa Bungayo. Selama 50 hari mulai 20 Juni-10 Agustus 2026 mahasiswa akan melaksanakan berbagai kegiatan yang berfokus pada penguatan pariwisata, kesehatan, pendidikan, lingkungan, hingga transformasi digital masyarakat.
Koordinator Mahasiswa Unit Shafira Rahmatia Putri mengatakan pemilihan Kepulauan Togean bukan tanpa alasan. Kawasan yang masuk kategori daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) itu masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan meskipun memiliki kekayaan sumber daya alam, budaya, dan pariwisata yang melimpah.
Dia bersama timnya turut merancang delapan program unggulan dari total 140 program kerja yang menjadi tulang punggung kegiatan KKN. Program itu meliputi Festival Wonderful Togean, Sail to Togean, Smart Village, Digitalisasi Bumi Wisata untuk Togean, Togean Siaga, GEMAS (Gerakan Makan Sehat dan Senyum Bersih), Festival Hari Anak, serta Jelajah Hari Mangrove.
Melalui program Smart Village mahasiswa melakukan pemetaan digital desa melalui kegiatan geotagging pada lokasi UMKM, fasilitas umum, tempat ibadah, sekolah, dan kantor pemerintahan. Program ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas informasi lokasi serta mendukung pengelolaan data desa yang lebih terintegrasi dan mudah diakses.
Sementara Festival Wonderful Togean dan Sail to Togean dirancang sebagai wadah promosi potensi budaya dan ekonomi lokal melalui pameran UMKM, talkshow pengembangan ekonomi dan kebudayaan, serta pertunjukan seni budaya masyarakat. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pariwisata yang selama ini menjadi salah satu aset terbesar kawasan tersebut.
“Potensi budaya dan produk lokal masyarakat belum terpromosikan secara optimal, serta ruang kolaborasi untuk memperkenalkan dan mengembangkan sektor ekonomi kreatif berbasis potensi lokal masih terbatas,” kata Shafira, Minggu, 21 Juni 2026.
Shafira menambahkan, di bidang lingkungan mahasiswa mengusung program Jelajah Hari Mangrove yang mencakup pembangunan rumah semai, penanaman mangrove, edukasi ekowisata, hingga pelatihan pengolahan buah mangrove menjadi produk sirup bernilai ekonomi. Program ini diharapkan dapat menggabungkan upaya konservasi lingkungan dengan peningkatan pendapatan masyarakat.
"Kami berupaya untuk memberdayakan potensi desa yang sudah ada, sehingga program-program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada penyelesaian permasalahan, tetapi juga pada penguatan aset dan keunggulan yang telah dimiliki masyarakat setempat," ucapnya.
Sementara, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Tojo Una-Una Nunung Susanti Podungge, menyambut positif kehadiran mahasiswa UGM dan berharap seluruh program dapat berjalan dengan baik serta memberi dampak nyata bagi masyarakat di tiga desa lokasi KKN.
“Semoga program dan kegiatan yang dihasilkan dapat dinikmati dan dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Tojo Una-Una, khususnya masyarakat yang berada di tiga desa, yaitu Desa Lebiti, Desa Pulau Enam, dan Desa Bungayo,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....