BPBD Makassar Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan dan Pencegahan Bencana

  • 20 Jun 2026 07:43 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya kesiapsiagaan dan pencegahan bencana. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan sosialisasi yang melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Dinas Sosial.

Dalam menghadapi potensi bencana, BPBD menilai kesiapan masyarakat menjadi faktor utama untuk meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan. Pasalnya, bencana dapat terjadi kapan saja tanpa dapat diprediksi secara pasti.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muh Fadli mengatakan kesiapsiagaan merupakan aspek paling penting dalam penanggulangan bencana. Menurutnya, bencana adalah sesuatu yang pasti terjadi, namun waktu kedatangannya tidak pernah diketahui.

“Dalam BPBD ada yang namanya kesiapsiagaan dan pencegahan. Yang paling penting dalam kebencanaan itu bagaimana kita siap, karena bencana itu pasti datang, tetapi kita tidak tahu kapan bencana itu datang. Yang kita harapkan sebagai masyarakat dan BPBD adalah bagaimana kita siap menghadapi kebencanaan itu,” ujar Muh Fadli, Jumat 19 Juni 2026.

Ia menjelaskan, BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Dinas Sosial terus aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai langkah-langkah kesiapsiagaan serta upaya pencegahan bencana yang dapat dilakukan sejak dini.

Menurutnya, berbagai bentuk bencana yang terjadi tidak sepenuhnya terlepas dari faktor manusia. Selain faktor alam, kelalaian manusia kerap menjadi penyebab yang memperbesar risiko maupun dampak bencana di lingkungan sekitar.

“Itulah mengapa kami bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana kesiapsiagaan dalam kebencanaan dan bagaimana pencegahan bencana itu dilakukan. Karena setiap kebencanaan memang merupakan bencana alam, tetapi tidak lepas dari kelalaian manusia itu sendiri,” katanya.

Muh Fadli menambahkan perubahan pola pikir masyarakat menjadi salah satu tujuan utama dalam program edukasi kebencanaan. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pihak yang terdampak ketika bencana terjadi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dan mitigasi.

“Yang sama-sama kita perangi adalah kelalaian itu. Artinya, masyarakat tidak hanya menjadi objek dalam sebuah bencana, tetapi bisa menjadi subjek kebencanaan. Mereka harus memiliki pemahaman tentang kebencanaan, termasuk bagaimana upaya pencegahannya,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....