B50 Perkuat Ketahanan Energi Nasional
- 19 Jun 2026 09:22 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah menargetkan penerapan biodiesel B50 secara nasional mulai 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut menjadi langkah lanjutan dalam pemanfaatan energi baru terbarukan sekaligus upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak.
B50 merupakan bahan bakar yang terdiri atas campuran 50 persen biodiesel dan 50 persen solar. Biodiesel yang digunakan berasal dari minyak nabati, terutama minyak sawit, yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia. Program ini melanjutkan kebijakan mandatori biodiesel yang sebelumnya diterapkan melalui B35 dan B40.
Peningkatan bauran biodiesel dinilai dapat memperkuat ketahanan energi nasional karena mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri. Selain itu, penggunaan biodiesel juga diharapkan mampu mengurangi kebutuhan impor solar sehingga dapat menghemat devisa negara.
Menjelang penerapannya, pemerintah melakukan serangkaian pengujian penggunaan B50 pada berbagai sektor, termasuk alat berat di industri pertambangan. Pengujian dilakukan untuk memastikan kualitas bahan bakar, kinerja mesin, ketahanan operasional, hingga stabilitas penyimpanan sebelum diterapkan secara luas.
Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hasil pengujian sementara menunjukkan penggunaan B50 memberikan hasil yang positif. "Secara umum, hasil sementara uji penggunaan B50 pada mesin diesel di sektor pertambangan menunjukkan performa yang stabil dan tidak ditemukan gangguan signifikan pada mesin," tulis Kementerian ESDM dalam informasi yang dipublikasikan melalui laman resminya.
Kementerian ESDM juga mencatat hingga akhir Maret 2026, pengujian ketahanan dinamis telah mencapai lebih dari 900 jam operasional tanpa indikasi gangguan pada mesin yang disebabkan oleh kualitas bahan bakar. Hasil tersebut menjadi salah satu indikator kesiapan implementasi B50 secara nasional.
Melalui penerapan B50, pemerintah berharap pemanfaatan energi terbarukan dapat terus meningkat sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional di tengah dinamika pasokan dan harga energi global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....