Pemkab Seluma Mulai Program BSPS 2026, 200 Rumah Warga Akan Direhab
- 17 Jun 2026 13:24 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Seluma – Pemerintah Kabupaten Seluma bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memulai pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 yang ditandai dengan peletakan batu pertama di Desa Sidomulyo, Kecamatan Seluma Selatan, Rabu 17 Juni 2026 pagi. Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Seluma, Deddy Ramdhani, didampingi Kepala Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bengkulu, Rinaldi Noeh.
Deddy Ramdhani mengatakan pemerintah daerah terus berkomitmen mengentaskan rumah tidak layak huni melalui berbagai program dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, upaya tersebut tidak dapat dilakukan sendiri sehingga membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Baznas, serta berbagai organisasi perangkat daerah terkait.
“Pemerintah Kabupaten Seluma berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pengentasan rumah tidak layak huni. Untuk itu kami berkolaborasi dengan seluruh stakeholder agar masyarakat dapat memiliki rumah yang layak dan sehat untuk dihuni,” ujar Deddy.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Wilayah IV serta Satker Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bengkulu atas dukungan yang diberikan kepada Kabupaten Seluma. Pada tahun 2026, Kabupaten Seluma memperoleh alokasi BSPS tahap I dan tahap II sebanyak 200 unit rumah.
Program tersebut diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang rumahnya masih masuk kategori tidak layak huni. Saat ini sebagian pekerjaan fisik sudah mulai berjalan di sejumlah lokasi.
“Ini merupakan kabar yang menggembirakan bagi masyarakat Seluma. Sebanyak 200 rumah yang sebelumnya tidak layak huni akan berubah menjadi rumah yang lebih layak dan nyaman untuk ditempati,” katanya.
Selain BSPS, tahun ini Pemerintah Kabupaten Seluma juga mengalokasikan rehabilitasi 17 unit rumah melalui pokok-pokok pikiran anggota DPRD yang bersumber dari APBD. Saat ini proses pembangunan dan rehabilitasi rumah tersebut juga sedang berlangsung.
Deddy mengungkapkan hingga tahun 2026 jumlah rumah tidak layak huni yang telah berhasil ditangani di Kabupaten Seluma mencapai 4.399 unit. Namun berdasarkan data yang telah terverifikasi dalam Sistem Informasi Bantuan Perumahan (SIBARU), masih terdapat 2.663 unit rumah tidak layak huni yang membutuhkan penanganan, sementara sekitar 1.600 unit lainnya masih menunggu proses verifikasi data.
Karena itu, Pemkab Seluma berharap program BSPS tetap menjadi prioritas pemerintah pusat pada tahun-tahun mendatang. Pemerintah daerah juga menyatakan siap mendukung pemutakhiran data agar bantuan perumahan dapat terus mengalir kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Satker Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bengkulu, Rinaldi Noeh, optimis seluruh kuota BSPS sebanyak 200 unit dapat diselesaikan sesuai target pada tahun ini. Ia meminta dinas terkait di lingkungan Pemkab Seluma terus memperbarui data calon penerima agar bantuan tepat sasaran.
“Data penerima harus terus dimutakhirkan sesuai kriteria penerima program, terutama masyarakat pada kelompok desil 1 hingga 4. Dengan data yang akurat, penanganan rumah tidak layak huni dapat berjalan lebih efektif sehingga diharap seluruh rumah tidak layak huni di daerah dapat terselesaikan dalam lima tahun kedepan,” ujar Rinaldi.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan pemasangan listrik bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Seluma. Program tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang lebih layak, sehat, dan produktif bagi warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....