Masyarakat Adat Kaloa Tolak Pergeseran Pal Batas Taman Nasional Manusela

  • 13 Jun 2026 00:35 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon — Sejumlah masyarakat adat Negeri Kaloa, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, menggelar aksi protes pada Kamis (11/6/2026). Aksi yang berlangsung di pusat negeri tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap pemasangan pal batas kawasan Taman Nasional Manusela (TNM) yang dinilai semakin mendekati wilayah permukiman warga.

Masyarakat adat menilai pemasangan pal batas oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) telah menggeser batas kawasan dari posisi sebelumnya yang berjarak sekitar empat kilometer dari permukiman menjadi hanya sekitar 500 meter. Kondisi ini memicu keresahan karena dianggap mengancam ruang hidup masyarakat.

Dalam aksi tersebut, warga membawa berbagai tuntutan dan menyuarakan penolakan terhadap kebijakan yang dinilai dilakukan tanpa melibatkan masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat di wilayah tersebut.

Perwakilan massa aksi, Efendi Makualaina, mengatakan masyarakat tidak pernah mendapatkan penjelasan secara terbuka terkait perubahan batas kawasan tersebut.

"Kami tidak pernah diajak bicara secara terbuka terkait perubahan batas ini. Tiba-tiba pal batas sudah bergeser semakin dekat dengan kampung. Ini membuat masyarakat khawatir karena ruang hidup kami semakin sempit," kata Efendi di hadapan peserta aksi.

Menurut warga, selama ini berbagai kegiatan yang dilakukan oleh petugas kehutanan maupun pihak terkait pengelolaan kawasan Taman Nasional Manusela sering berlangsung tanpa sosialisasi yang memadai kepada masyarakat adat Negeri Kaloa.

Akibatnya, masyarakat merasa hak-hak mereka semakin terpinggirkan dalam pengelolaan kawasan yang selama ini menjadi bagian dari sejarah, budaya, dan kehidupan mereka. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait membuka ruang dialog untuk menyelesaikan persoalan batas kawasan tersebut.

Aksi berlangsung secara damai hingga selesai. Masyarakat adat Kaloa menyatakan akan terus memperjuangkan hak-hak mereka sembari menunggu tanggapan resmi dari pemerintah dan pihak pengelola kawasan Taman Nasional Manusela.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....