Deforestasi Ancam Lingkungan dan Percepat Perubahan Iklim Global

  • 10 Jun 2026 10:40 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Banyuasin – Deforestasi atau pengurangan kawasan hutan secara besar-besaran dinilai menjadi salah satu faktor yang mempercepat terjadinya perubahan iklim dan pemanasan global. Kondisi tersebut terjadi karena berkurangnya kemampuan alam dalam menyerap emisi karbon yang dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia.

Pejabat Fungsional Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin, Norman Abriansyah, mengatakan deforestasi merupakan perubahan kawasan hutan menjadi area nonhutan yang digunakan untuk berbagai kepentingan, seperti pertanian, perkebunan, permukiman, maupun kegiatan lainnya.

Menurut Norman, keberadaan hutan memiliki fungsi penting sebagai penyerap karbon dioksida yang dilepaskan ke atmosfer. Ketika tutupan hutan berkurang, kemampuan alam untuk menahan laju peningkatan emisi karbon juga ikut menurun.

"Deforestasi menjadi salah satu faktor yang mempercepat proses pemanasan global karena kemampuan hutan menyerap karbon semakin berkurang," ujar Norman, Selasa, 9 Juni 2026.

Ia menjelaskan, emisi karbon dioksida berasal dari berbagai aktivitas sehari-hari, seperti penggunaan kendaraan bermotor, kegiatan industri, pembangunan infrastruktur, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Jika tidak diimbangi dengan keberadaan kawasan hijau yang memadai, akumulasi emisi tersebut dapat meningkatkan suhu bumi.

Selain memicu perubahan iklim, deforestasi juga berdampak pada terganggunya keseimbangan ekosistem. Berkurangnya kawasan hutan menyebabkan habitat satwa liar menyusut dan menurunkan keanekaragaman hayati yang selama ini menjadi bagian penting dari lingkungan.

Dampak lain yang turut menjadi perhatian adalah meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi. Hutan berfungsi sebagai daerah resapan air yang membantu mengurangi limpasan saat hujan turun dalam intensitas tinggi.

Norman menuturkan, hilangnya kawasan hutan dapat menyebabkan kemampuan tanah menyerap air berkurang sehingga meningkatkan potensi banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

"Ketika hutan berkurang, fungsi penyerapan air juga menurun dan risiko bencana lingkungan dapat meningkat," katanya.

Pemerintah, lanjut Norman, terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keberlanjutan kawasan hutan. Salah satunya melalui penguatan pengawasan lingkungan serta pemanfaatan lahan secara lebih terkendali agar tidak mengganggu fungsi ekologis.

Selain peran pemerintah, keterlibatan masyarakat juga dinilai penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kesadaran bersama untuk melindungi kawasan hutan menjadi kunci dalam mengurangi dampak perubahan iklim di masa mendatang.

Norman mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga hutan sebagai warisan bagi generasi berikutnya. Menurutnya, kelestarian alam tidak hanya memberikan manfaat bagi kehidupan saat ini, tetapi juga menentukan kualitas lingkungan yang akan dinikmati anak cucu di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....