Menteri BP BUMN: Warga Bantaran Rel Tempati Huntara Senen tanpa Biaya Awal
- 09 Jun 2026 23:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dony Oskaria memastikan warga bantaran rel dapat menempati Huntara Senen tanpa biaya pada tahap awal penempatan.
- Pemerintah menyiapkan hunian yang lebih layak dengan 324 unit dan berbagai fasilitas pendukung bagi penghuni
- KAI telah mendata warga penerima manfaat, dengan relokasi tahap awal difokuskan kepada warga Pasar Gaplok
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria memastikan warga bantaran rel menempati huntara Senen tanpa biaya awal. Menurutnya, kebijakan tersebut diberikan agar masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak dan aman.
Dony mengatakan penyediaan hunian sementara (huntara) ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut ditujukan bagi masyarakat yang selama ini tinggal di bantaran rel, khususnya kawasan Senen.
“Untuk sementara kita tidak akan memungut biaya kepada saudara-saudara kita. Supaya mereka juga bisa mendapatkan fasilitas yang layak,” kata Dony saat meninjau hunian Senen bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.
Ia menjelaskan pembebasan biaya diberikan selama masa awal penempatan penghuni. Menurutnya, kebijakan tersebut akan dievaluasi secara bertahap setelah warga mulai menempati hunian.
“Nanti kita lihat enam bulan pertama ini akan kita review, karena nanti kan masing-masing akan ada token listiknya. Ini kan juga tidak terlalu mahal karena memang kapasitas dayanya juga tidak besar,” ujarnya.
Dony juga mengatakan huntara yang disiapkan memiliki fasilitas lebih baik dibanding tempat tinggal warga saat ini. Selain itu, kawasan tersebut juga dilengkapi berbagai sarana pendukung kebutuhan para penghuni.
“Kalau kita perhatikan ini huniannya sangat bagus. Jadi jauh lebih layak dibandingkan dengan apa yang mereka tempati hari ini,” ucap Menteri Dony.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait meminta penempatan penghuni dilakukan sesuai kriteria. Ia menegaskan proses pendataan harus mengacu pada data penerima manfaat.
“Jadi benar-benar sesuai kriteria. Ada data BPS, ada lokasi yang memang kemarin menjadi fokus Presiden, jadi jangan sampai tidak tepat sasaran,” kata Maruarar.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan pendataan warga bantaran rel telah dilakukan. Menurutnya, pendataan tersebut bertujuan memastikan proses relokasi berjalan sesuai sasaran program.
Bobby juga mengatakan relokasi tahap awal difokuskan kepada warga kawasan Pasar Gaplok yang sebelumnya ditinjau langsung oleh Presiden Prabowo. “Yang terdata dan yang sudah terkualifikasi nanti segera kita pindahkan,” ujar Bobby.
Ia menambahkan penataan kawasan bantaran rel bertujuan meningkatkan keselamatan perjalanan kereta. Langkah tersebut diharapkan membantu mengurangi potensi kecelakaan di sekitar jalur rel.
Sebagai informasi, Hunian Senen dibangun di atas lahan seluas 1,61 hektare. Lahan tersebut berstatus Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT Angkasa Pura Indonesia.
Kawasan tersebut memiliki total 324 unit hunian dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Di antaranya, toilet, musala, dapur umum, ruang komunal, taman bermain anak, serta area parkir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....