Mutiara Pagi: Penghormatan Terhadap Manusia Merupakan Fondasi Risalah Islam
- 08 Jun 2026 07:51 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Penghormatan terhadap manusia merupakan salah satu ajaran mendasar dalam Islam yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari, Dr. Hj. Imelda Wahyuni, S.S., M.Pd.I., dalam dialog Mutiara Pagi, Senin 8 Juni 2026 dengan mengangkat tema Realitas Penghormatan Bagi Manusia Dalam Risalah Islam.
Menurut Dr. Imelda, penghormatan terhadap manusia dapat dipahami melalui tiga prinsip utama yang termaktub dalam Al-Qur'an. Pertama, manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 30:
"Wa idz qāla rabbuka lil-malāikati innī jā'ilun fil-ardhi khalīfah..."
(Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi').
Ayat tersebut menunjukkan bahwa manusia diberikan amanah besar untuk mengelola dan memakmurkan bumi dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, setiap manusia memiliki kedudukan yang mulia dan harus dihormati.
Prinsip kedua disampaikan oleh Dr. Imelda adalah bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam Surah At-Tin ayat 4:
"Laqad khalaqnal-insāna fī ahsani taqwīm."
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Dr. Imelda menjelaskan bahwa kesempurnaan penciptaan manusia tidak hanya terletak pada fisik, tetapi juga pada akal dan hati yang diberikan Allah SWT. Dalam kehidupan sehari-hari, penghormatan terhadap manusia dapat diwujudkan dengan menjaga tutur kata, menghargai pendapat orang lain, serta tidak merendahkan sesama.
"Manusia tidak cukup hanya menggunakan pikirannya saja, tetapi juga harus menggunakan hati nuraninya. Ketika akal dan hati berjalan seimbang, maka akan lahir sikap saling menghormati dan menghargai," ujar Dr. Imelda.
Ia juga menjelaskan bahwa perintah Allah kepada para malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam AS merupakan indikator kemuliaan manusia di hadapan Allah SWT. Sujud tersebut bukanlah bentuk penyembahan kepada Adam, melainkan penghormatan atas kemuliaan dan ilmu yang dianugerahkan Allah kepada manusia.
Menutup dialog, Dr. Imelda mengajak masyarakat untuk memulai pekan dengan semangat bekerja, meningkatkan etos kerja, menjaga keikhlasan, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam setiap aktivitas.
"Mari kita memulai aktivitas dengan semangat, etos kerja yang baik, kejujuran, disiplin, dan niat yang ikhlas agar seluruh aktivitas kita mendapat ridha Allah SWT," pesannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....