Peternakan Lapas Banyuasin Hasilkan 850 Butir Telur

  • 07 Jun 2026 23:11 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Banyuasin - Program peternakan ayam petelur di Lapas Kelas IIA Banyuasin berhasil menghasilkan sekitar 850 butir telur dalam enam hari terakhir. Hasil produksi tersebut kini mulai dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur lapas.

Keberhasilan itu menjadi bagian dari program ketahanan pangan mandiri yang terus dikembangkan pihak lapas. Kegiatan tersebut juga melibatkan warga binaan dalam berbagai aktivitas produktif selama menjalani masa pidana.

Selain mendukung kebutuhan konsumsi internal, program itu bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan kerja. Pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus utama dalam proses pemasyarakatan di Lapas Banyuasin.

Warga binaan dilibatkan dalam seluruh tahapan pengelolaan peternakan ayam petelur. Mereka belajar memelihara ternak, mengatur pakan, hingga memanen hasil produksi secara rutin.

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin melalui Kasubsi Portatib, Recqy Jodi Triwahyu, mengatakan hasil produksi mulai memberikan manfaat nyata. Sebagian telur yang dihasilkan telah didistribusikan untuk kebutuhan konsumsi warga binaan.

Produksi telur menunjukkan perkembangan positif dari program pembinaan yang dijalankan lapas. "Produksi telur yang dihasilkan saat ini sudah dapat membantu memenuhi kebutuhan dapur Lapas Kelas IIA Banyuasin," ujar Recqy Jodi Triwahyu, Jumat, 5 Juni 2026.

Pihak lapas menilai kegiatan peternakan mampu meningkatkan keterampilan praktis warga binaan. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal berharga ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Program itu juga dirancang untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan etos kerja. Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam mendukung proses pembinaan yang berkelanjutan.

Recqy berharap kegiatan produktif tersebut terus memberikan manfaat bagi peserta pembinaan. "Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata serta menjadi pengalaman berharga bagi warga binaan untuk kehidupan setelah bebas nanti," katanya.

Lapas Kelas IIA Banyuasin memandang ketahanan pangan sebagai bagian penting dalam mendukung kemandirian lembaga pemasyarakatan. Pemanfaatan lahan dan sumber daya yang tersedia terus dioptimalkan melalui berbagai kegiatan produktif.

Keberhasilan peternakan ayam petelur menunjukkan pembinaan tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter. Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kerja dan kesiapan warga binaan menghadapi kehidupan setelah bebas.

Ke depan, Lapas Kelas IIA Banyuasin berkomitmen mengembangkan program berbasis produktivitas secara berkelanjutan. Langkah itu diharapkan mampu mendukung kebutuhan internal sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....