Jaring Kandidat Dukuh, Warga Logede Glagah Lakukan Pencoblosan Layaknya Pemilu

  • 04 Jun 2026 15:43 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Kulon Progo - Penjaringan bakal calon Dukuh dilakukan di Padukuhan Logede, Glagah Kulon Progo. Pemilihan dilakukan dengan cara yang cukup menarik, yakni melalui sistem pencoblosan langsung oleh warga.

Langkah ini merupakan partisipasi dan penilaian riil masyarakat terhadap para kandidat yang mendaftar untuk mengisi kekosongan jabatan dukuh pasca dukuh sebelumnya meninggal dunia.

Ketua Panitia Pemilihan Dukuh Logede, Drh. Cipto Triyono, mengungkapkan bahwa proses penyaringan ini harus berjalan dalam lini masa yang relatif singkat. Meski demikian, dengan didukung semangat gotong royong warga setempat, tahapan demi tahapan mulai dari sosialisasi hingga pemungutan suara, berjalan dengan kondusif.

"Waktunya sebenarnya pendek sekali, namun karena kegotongroyongan dan sengkuyungan dari masyarakat, kegiatan ini bisa terwujud sampai hari ini," ujarnya, Kamis 4 Juni 2026.

Cipto menjelaskan bahwa berdasarkan regulasi yang berlaku, terdapat dua opsi mekanisme penyaringan. Pertama, mekanisme dukungan minimal 20 persen dari total pemilik hak pilih jika calonnya tunggal. Kedua, mekanisme usulan melalui penyaringan jika jumlah pendaftar melebihi batas minimal. Karena terdapat enam bakal calon yang mendaftar, panitia menerapkan sistem penyaringan untuk menyusutkan jumlah kandidat.

Berdasarkan ketentuan:

Jika jumlah bakal calon ada 4 orang, maka yang diajukan ke tingkat kalurahan sejumlah 2 orang.

Jika jumlah bakal calon ada 6 orang (seperti di Dukuh Logede saat ini), maka panitia akan menjaring dan mengusulkan 3 orang kandidat dengan perolehan suara tertinggi.

Dari total 177 pemilih yang memiliki hak suara, warga memberikan pilihannya secara langsung untuk merengking posisi para kandidat.

"Melalui coblosan ini, dukungan masyarakat diuji. Masyarakat yang menilai sendiri bagaimana rekam jejak dan kiprah para calon di lingkungan mereka. Nanti kita ranking satu, dua, sampai tiga besar yang paling banyak suaranya untuk diusulkan," jelasnya."Seandainya terjadi skor sama antara peringkat tiga, empat, lima, atau enam, maka mekanismenya akan dilakukan dengan sistem undian untuk mencari posisi tiga besar tersebut.

Menurutnya, pencoblosan di tingkat pedukuhan ini barulah tahap awal untuk menyaring tiga besar usulan warga. Nama-nama yang lolos masuk dalam tiga peringkat teratas selanjutnya akan diserahkan kepada Pemerintah Kalurahan Glagah untuk mengikuti seleksi lanjutan.

"Nama tersebut diajukan ke tingkat kalurahan. Di sana, mereka akan menjalani ujian secara teknis, seperti tes kemampuan komputer dan materi lainnya. Jadi, proses di pedukuhan ini murni untuk mencari tiga besar usulan masyarakat," ujarnya.

Cipto berharap Dukuh Logede yang terpilih nantinya adalah sosok yang memiliki kedekatan emosional yang baik dengan masyarakat.

"Harapan kami, dukuh yang terpilih nanti bisa memajukan pedukuhan, memberikan kedamaian, serta mampu bergaul baik dengan masyarakat. Y terpenting dukuh baru ini nantinya harus bisa memberikan solusi yang baik bagi warga Logede," ucapnya.

Salah seorang warga, Alifiana Farhanati, mengaku senang xengan mekanisme pemilihan yang demokratis ini. Menurutnya, sistem pemungutan suara langsung bida memberikan kesempatan bagi setiap warga, khususnya anak muda, untuk menyuarakan aspirasi mereka secara terbuka.

"Senang sih, kita jadi ikut andil dalam pemilihan, bisa mengutarakan isi suara kita gitu," ujarnya.

Alifiana menambahkan, saat ini ada tren positif kepemimpinan di wilayah Kabupaten Kulon Progo yang kini mulai banyak diwarnai oleh kehadiran generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z). Ia berharap momentum penyaringan dukuh ini dapat menjadi pintu masuk bagi figur-figur muda yang visioner untuk membawa kemajuan di tingkat dusun.

"Sekarang kan kebanyakan dukuh di Kulon Progo itu sudah Gen Z ya. Jadi mudah-mudahan ke depannya itu dukuh-dukuh lebih ke generasi muda terus lebih maju gitu. Harapannya dapat calon dukuh yang amanah, bisa membuat dusun lebih maju, terus bisa membuat kegiatan-kegiatan yang positif," ucapnya.

Adapun dari penjaringan yang dilakukan, 3 besar Suara terbanyak yakni Nugroho dengan 45 Suara, dan Irfan serta Fika Masing-masing 26 suara. Peringkat dibawahnya adalah Apri dengan 25 suara, Tintus 17 suara dan Inu dengan 11 Suara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....