Wali Kota Makassar: Profesi Wartawan Terhormat, Marwahnya Harus Dijaga
- 03 Jun 2026 07:31 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, dan kompetensi dalam dunia jurnalistik di tengah derasnya arus digitalisasi dan disrupsi media.
Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung di Fajar Graha Pena, Selasa 2 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Munafri mengatakan pers memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, ia berharap PWI terus menjadi pilar demokrasi yang kuat dan mampu mencetak jurnalis profesional yang menjunjung tinggi etika serta independensi.
“Pers memiliki peran yang sangat penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Munafri, organisasi profesi wartawan memiliki peran penting dalam memperkuat integritas pers sekaligus mengawal kebijakan publik secara objektif dengan tetap berpegang pada Kode Etik Jurnalistik. Ia menilai tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin kompleks, mulai dari derasnya arus informasi hingga maraknya hoaks dan disinformasi.
Karena itu, keberadaan wartawan yang profesional, beretika, dan berorientasi pada kepentingan publik menjadi sangat dibutuhkan. “Di era digital saat ini, tantangan dunia jurnalistik semakin besar. Karena itu, keberadaan wartawan yang profesional, beretika, dan berorientasi pada kepentingan publik menjadi sangat penting,” katanya.
Munafri menegaskan, konferensi PWI bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan kompetensi, serta merumuskan langkah-langkah yang dapat mendorong kemajuan dunia pers di Sulawesi Selatan. Ia juga menyatakan Pemerintah Kota Makassar terbuka untuk berkolaborasi dengan insan pers dalam mendukung pembangunan daerah, memperkuat transparansi pemerintahan, dan menghadirkan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Menurutnya, profesi wartawan memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi publik terhadap suatu daerah, termasuk Kota Makassar. “Orang-orang yang belum pernah datang ke Makassar bisa mengenal Makassar melalui karya jurnalistik. Jika ditulis dengan baik, maka pengetahuan mereka tentang Makassar juga akan baik,” ujarnya.
Mantan CEO PSM Makassar itu juga mengapresiasi kemampuan insan pers yang terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Namun, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menggeser nilai-nilai integritas yang menjadi fondasi utama profesi jurnalistik.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai instrumen menjaga kualitas dan profesionalisme insan pers. Ia bahkan mendorong agar proses sertifikasi dan pengujian kompetensi wartawan dilakukan lebih ketat.
“Uji kompetensi sangat penting. Saya berharap prosesnya bisa lebih ketat lagi. Profesi wartawan adalah profesi terhormat yang harus dijaga marwahnya,” tegasnya.
Munafri juga mengingatkan agar profesi jurnalistik tidak disalahgunakan sebagai alat untuk melakukan tekanan kepada pihak lain demi kepentingan pribadi. Menurutnya, tindakan tersebut dapat merusak citra individu sekaligus mencoreng nama baik organisasi profesi.
Lebih lanjut, ia menegaskan pers harus tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif dan proporsional dengan menyajikan informasi berdasarkan fakta yang sebenarnya.
“Saya selalu menyampaikan kepada rekan-rekan pers, tulislah apa yang benar-benar dilihat dan diketahui. Sampaikan fakta apa adanya. Pers harus menjadi pilar penyeimbang dalam proses pembangunan dan memberikan informasi yang jujur kepada masyarakat,” katanya.
Munafri menilai keberadaan pers yang independen dan profesional merupakan salah satu penopang utama demokrasi dan pembangunan daerah. Pers tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan masukan, kritik konstruktif, serta peringatan dini terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Pers menjadi salah satu tiang utama yang menopang kehidupan demokrasi. Pers memberikan gambaran, masukan, sekaligus warning terhadap berbagai proses yang terjadi di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, serta Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) dan Humas Diskominfo Kota Makassar, Abdullah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....