Melalui Gawai Dayak ke-XVIII, DAD Melawi Ajak Masyarakat Dayak Jaga Kekompakan
- 01 Jun 2026 18:16 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Melawi - Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Pekan Gawai Dayak ke-XVIII Kabupaten Melawi Tahun 2026 yang digelar di Stadion Raden Temenggung Setia Pahlawan, Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, pada 28 hingga 31 Mei 2026.
Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Melawi tersebut menjadi momentum penting dalam menjaga kelestarian budaya Dayak sekaligus mempererat persatuan masyarakat di Kabupaten Melawi.
Ketua DAD Kabupaten Melawi, Kluisen mengatakan Gawai Dayak tidak hanya dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan hasil yang diperoleh masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong di tengah keberagaman suku Dayak yang ada di Melawi.
“Gawai Dayak ini bukan hanya sekadar ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga menjadi bentuk kebersamaan, kegotongroyongan, dan menunjukkan kekuatan persatuan kita bersama. Kita tahu suku Dayak yang ada di Kabupaten Melawi sangat banyak, sehingga perlu bergandeng tangan untuk membangun Kabupaten Melawi,” ujar Kluisen.
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat perlu mendukung program pembangunan yang telah dirancang pemerintah daerah maupun pemerintah pusat demi kemajuan Kabupaten Melawi. Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai tanpa adanya dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
“Apa yang telah diprogramkan oleh Bupati Melawi wajib kita dukung bersama-sama. Begitu juga program dari pemerintah pusat harus kita dukung. Kabupaten Melawi ini cukup luas dan terdiri dari berbagai macam suku, sehingga kebersamaan menjadi modal utama dalam membangun daerah,” katanya.
Kluisen juga mengajak masyarakat Dayak untuk terus menjaga kekompakan dan tidak terjebak dalam persaingan yang tidak sehat meskipun terdapat banyak organisasi maupun kelompok sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“Mari kita sama-sama membangun Melawi dengan bergandeng tangan. Jangan karena banyaknya suku Dayak lalu kita saling bertentangan. Banyak organisasi bukan berarti harus bersaing secara tidak sehat. Saya bangga menjadi orang Dayak, karena Dayak sekarang sudah semakin maju, pintar, dan cerdas,” ujarnya.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Pekan Gawai Dayak juga memberikan ruang bagi para pelaku UMKM untuk mempromosikan produk lokal kepada masyarakat. Berbagai hasil kerajinan dan tenunan khas Dayak turut dipamerkan selama kegiatan berlangsung.
Di akhir pesannya, Kluisen kembali menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun daerah. Ia berharap seluruh masyarakat Dayak dapat terus menjaga solidaritas demi kemajuan Kabupaten Melawi, masyarakat Dayak, dan Indonesia secara keseluruhan. (Sta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....