BMKG Perkuat Edukasi Gempa Lewat Sekolah Lapang

  • 31 Mei 2026 19:47 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) menjadi salah satu wadah edukasi yang dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait bencana gempa bumi dan tsunami. Di Kabupaten Gorontalo Utara, kegiatan SLG telah dilaksanakan sebanyak dua kali, yakni pada tahun 2022 dan 2026.

Sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, BMKG Gorontalo secara rutin melakukan sosialisasi mengenai potensi bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami. Kegiatan tersebut bertujuan mengingatkan masyarakat mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana.

Provinsi Gorontalo diketahui merupakan salah satu daerah yang rawan gempa bumi dan tsunami. Berdasarkan data yang ada, wilayah Gorontalo berada di kawasan yang dipengaruhi oleh aktivitas sesar atau patahan aktif yang berpotensi memicu gempa bumi.

Kepala Bidang BMKG Gorontalo, Andry Wijaya, mengatakan bahwa salah satu bentuk edukasi yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan Sekolah Lapang Gempa Bumi di sejumlah kabupaten dan kota dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat.

Pada tahun 2026, BMKG bekerja sama dengan Universitas Ichsan Gorontalo Utara dalam pelaksanaan Sekolah Lapang Gempa Bumi. Menurut Andry, keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat memperluas penyebaran informasi dan edukasi kebencanaan melalui para mahasiswa.

“Dengan adanya keterlibatan perguruan tinggi, materi edukasi yang disampaikan diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui peran mahasiswa,” ujar Andry Wijaya.

Ia menjelaskan, sasaran pelaksanaan SLG tahun 2026 meliputi masyarakat, organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, serta kalangan akademisi.

Andry menambahkan, penyelenggaraan Sekolah Lapang Gempa Bumi di Kabupaten Gorontalo Utara yang telah berlangsung pada tahun 2022 dan 2026 menunjukkan komitmen berbagai pihak dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Melalui keterlibatan berbagai komponen masyarakat, diharapkan penanganan dan mitigasi bencana dapat dilakukan secara bersama-sama dan lebih efektif.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....