Sekolah Perkuat Literasi Lingkungan Melalui Pengelolaan SDA

  • 31 Mei 2026 09:00 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Penguatan literasi lingkungan di lingkungan sekolah terus didorong sebagai upaya meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) secara berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya memahami persoalan lingkungan, tetapi juga mampu menerapkan solusi dalam kehidupan sehari-hari.

Peningkatan literasi lingkungan dilakukan melalui berbagai praktik sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan pendidikan. Di antaranya pemanfaatan air hujan sebagai sumber cadangan air, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga pembiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Melalui pendekatan tersebut, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyampaian materi pelajaran, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi peserta didik untuk memahami hubungan antara aktivitas manusia dan keberlanjutan sumber daya alam.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Nur Khojin, mengatakan bahwa penguatan literasi lingkungan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar dapat membentuk pola pikir dan perilaku peserta didik sejak dini.

"Literasi lingkungan tidak cukup berhenti pada pemahaman konsep. Yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan tersebut diterjemahkan menjadi kebiasaan dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari," kata Nur Khojin, Minggu 31, Mei 2026.

Menurutnya, lembaga pendidikan memiliki posisi strategis dalam menanamkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga sumber daya alam. Sebab, sekolah menjadi tempat yang efektif untuk memperkenalkan berbagai praktik ramah lingkungan kepada generasi muda.

"Peserta didik perlu diberikan pengalaman langsung terkait pengelolaan lingkungan agar mereka memahami bahwa menjaga kelestarian sumber daya alam merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah atau kelompok tertentu," ujarnya.

Salah satu praktik yang mulai dikenalkan adalah sistem panen air hujan. Air yang ditampung dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan nonkonsumsi, seperti penyiraman tanaman, kebersihan lingkungan sekolah, maupun kebutuhan sanitasi tertentu. Selain menghemat penggunaan air bersih, langkah tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai konservasi sumber daya air.

Di sisi lain, sekolah juga mulai membiasakan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai melalui pengelolaan kantin yang lebih ramah lingkungan. Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong penggunaan wadah yang dapat digunakan kembali serta mengurangi kemasan berbahan plastik.

Nur Khojin menilai langkah-langkah sederhana tersebut memiliki nilai edukatif yang besar apabila diterapkan secara konsisten. Menurutnya, perubahan perilaku dalam skala kecil dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan dalam jangka panjang.

"Kebiasaan seperti menghemat air, membawa wadah sendiri, atau memilah sampah mungkin terlihat sederhana. Namun jika dilakukan secara terus-menerus oleh banyak orang, dampaknya akan sangat signifikan bagi keberlanjutan lingkungan," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan lingkungan saat ini, mulai dari perubahan iklim hingga peningkatan volume sampah, membutuhkan pendekatan yang melibatkan dunia pendidikan. Karena itu, sekolah perlu menjadi bagian dari solusi melalui penguatan literasi dan praktik pengelolaan sumber daya alam.

"Generasi muda perlu dibekali kemampuan memahami persoalan lingkungan sekaligus mencari jalan keluarnya. Sekolah memiliki peran penting untuk menumbuhkan kesadaran tersebut sejak dini sehingga lahir generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan," ucapnya.

Melalui penguatan literasi lingkungan yang didukung praktik pengelolaan sumber daya alam di lingkungan sekolah, diharapkan peserta didik mampu mengembangkan budaya hidup yang lebih ramah lingkungan sekaligus menjadi agen perubahan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....