Dinkes Sulsel Atasi Kebutuhan Nakes Melalui Program Internship

  • 30 Mei 2026 23:31 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Dalam memberikan pelayanan kesehatan ke masyarakat terutama di daerah terpencil,diperlukan jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang memadai di setiap puskemas,dimana rata-rata harus diisi sekitar 9 hingga 10 nakes. Untuk memenuhi itu, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan mengoptimalkan program dari Kementerian Kesehatan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Ardadi menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan dokter terutama di sejumlah daerah, yang salah satu kendalanya masalah aksesbilitas, dimana tantangan geografis dan demografi menjadi tantangan, pemerintah program pemagangan pusat serta penugasan khusus bagi dokter yang hampir menyelesaikan studi spesialisnya.

"Di kebijakan pembangunan kesehatan ada mengenal internship dokter sebelum mendapatkan SIP, berupa program pemagangan terampil dari kementerian kesehatan selama setahun bagi alumni kedokteran. Kemudian ada juga penugasan-penugasan bagi peserta residen yang menjelang menjadi dokter spesialis," kata Ardadi, Sabtu, 30 Mei 2026.

Selain itu, Ia menyatakan Pemprov Sulsel juga meluncurkan program inovatif mandiri untuk mengirimkan tim medis langsung ke wilayah-wilayah sulit. "Kebijakan untuk pemerintah provinsi ini adalah salah satu yang cukup brilian melalui program pelayanan kesehatan bergerak yang mengirimkan nakes bahkan dokter spesialis ke daerah sulit akses," ungkapnya.

Lebih jauh, Ia menambahkan saat ini pemprov sulsel juga sedang mematangkan persiapan perluasan jangkauan wilayah layanan kesehatan bergerak, untuk menyisir masyarakat yang tinggal di medan berat. "Kami tahun ini sementara mempersiapkan untuk penambahan lokasi baru yang akan menyisir daerah-daerah di pegunungan yang sulit diakses seperti di Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Bone, Gowa, dan Jeneponto," tuturnya menjelaskan.

Lanjut Ardadi, inovasi pelayanan kesehatan bergerak ini diharapkan mampu memutus mata rantai ketimpangan kualitas pelayanan medis di Sulawesi Selatan.” Kehadiran program berkala ini sekaligus membuktikan bahwa pemerintah berkomitmen hadir di tengah kesulitan masyarakat, khususnya di wilayah terluar dan terpencil,”tuturnya.

Ia menyatakan melalui strategi penempatan nakes ini, target jangka panjang pemerintah adalah menghapus kesenjangan fasilitas antara wilaya perkotaan dan desa, “Hal ini menjadi komitmen nyata pemerintah provinsi untuk memastikan tidak ada perbedaan kualitas pelayanan kesehatan antara di kota dengan di desa,” paparnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....