Kurban Menyapa Disabilitas, Gammara Inklusi Hadirkan Kebahagiaan untuk Semua

  • 29 Mei 2026 15:49 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID. Makassar – Ada pemandangan berbeda dan menyentuh hati di SLB A YAPTI Makassar, Kamis (28/5/2026). Kurang lebih 100 pakaet daging kurban diterima dengan senyum sumringah. Para penerima adalah penyandang disabilitas, lansia, janda, serta masyarakat umum yang dengan hati gembira menerima penyaluran daging kurban. Aksi sosial bertajuk "Kurban Menyapa Disabilitas: Gammara Inklusi, Karena Kebahagiaan Kurban untuk Semua" ini diinisiasi oleh organisasi Gammara Inklusi.

Pada momen ini, sebanyak dua ekor sapi dan satu ekor kambing disembelih untuk kemudian dibagikan kepada mereka yang berhak. Ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Gammara Inklusi yang untuk pertama kalinya menggelar pembagian kurban dengan fokus khusus pada kelompok difabel.

Ketua Gammara Inklusi, Andi Zulfajrin Syam, mengungkapkan bahwa suksesnya acara ini tidak lepas dari kolaborasi apik dengan berbagai lembaga kemanusiaan, seperti Yayasan Urunan Kebaikan, Kawan Netra, dan Kurir Langit. Zulfajrin tak menampik, ide gerakan ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi teman-teman difabel yang kerap "terlupakan" saat momen hari raya kurban.

"Kami tergerak melaksanakan ini karena teman-teman difabel sering mengalami keterbatasan akses dalam memperoleh daging kurban," ungkap Zulfajrin kepada media.

"Banyak dari mereka yang tidak mendengar pengumuman di masjid, tidak bisa datang ke lokasi karena keterbatasan fisik, atau kesulitan mengakses lokasi pembagian yang biasanya berdesak-desakan," lanjutnya

Panitia pelaksana menerapkan sistem jemput bola. Bagi penerima manfaat yang bisa hadir, mereka dilayani dengan aksesibilitas yang ramah di SLB A YAPTI Makassar. Sementara bagi penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan fisik berat dan tidak bisa datang, panitia menggunakan jasa kurir untuk mengantarkan daging kurban langsung ke pintu rumah mereka.

Kegiatan ini pun merangkul berbagai ragam kaum rentan, mulai dari rekan-rekan tunanetra, tunarungu, disabilitas fisik, janda, hingga lansia. "Daging kurban adalah ibadah yang seharusnya bisa dinikmati semua orang. Kami ingin menjadi jembatan agar teman-teman disabilitas juga bisa merasakan kebahagiaan Idul Adha," tutur Zulfajrin dengan penuh semangat.

Mengajak masyarakat lebih pedulimelalui aksi nyata ini, Zulfajrin menyelipkan harapan besar agar masyarakat luas, lembaga sosial, maupun pengurus masjid, bisa lebih inklusif dan ramah terhadap penyandang disabilitas di masa depan. "Pada dasarnya setiap orang memiliki keterbatasan dan siapa saja bisa mengalami disabilitas. Karena itu, penting bagi kita semua untuk saling membuka ruang dan memberikan kesempatan yang setara," pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....